Gaza, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menilai manuver militer yang digelar oleh pasukan Rezim Zionis Israel belakangan ini selama dua minggu menunjukkan “rasa ketidak berdayaan” di depan Poros Resistensi.
Juru bicara gerakan tersebut, Hazem Qassem, Jumat (9/6), mengatakan bahwa manuver militer berskala besar yang diumumkan belakangan ini “ menegaskan perasaan rezim pendudukan yang semakin tidak berdaya dalam menghadapi kekuatan resistensi di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan semua pasukan perlawanan resistensi di kawasan.”
Hazem Qassem mengatakan, “Manuver yang melibatkan Amerika Serikat itu tidak akan menyelesaikan masalah pendudukan karena kehadiran pasukan resistensi terus meningkat di sekitar entitas Zionis.”
Dia menambahkan, “Rakyat Palestina kami, di semua arena dan front, dengan semua kekuatan vital bangsa ini, akan terus menghimpun kekuatan untuk melanjutkan perjuangan sah mereka melawan pendudukan Zionis sampai mereka merebut kebebasan dan kemerdekaan mereka.”
Pada Kamis malam, tentara Israel mengumumkan kesimpulan dari latihan militer dua minggu bersandi Firm Hand (Tangan Tegas), yang antara lain menyebutkan bahwa Angkatan Udara Zionis telah mempraktekkan “pembukaan pertempuran yang intens, skenario pertahanan udara yang kompleks yang mencakup ribuan pencegatan, menguraikan serangan strategis jauh di dalam wilayah musuh, mencapai keunggulan udara di kawasan dan penyerangan ekstensif terhadap ribuan target menggunakan ratusan pesawat.”
Disebutkan pula bahwa pada minggu kedua, Divisi Lapis Baja ke-36 dan Divisi Teritorial ke-91 melakukan latihan simulasi pertempuran panjang lainnya di perbatasan utara Israel. (mm/raialyoum/toi)
Baca juga: