Teheran, LiputanIslam.com – Laporan Iran pada hari Selasa (6/6) mengungkapkan bahwa negara republik Islam ini akan segera mendapatkan $24 miliar dari asetnya yang dibekukan di luar negeri.
Media Iran melaporkan bahwa aset yang akan dirilis termasuk $7 miliar dari Korea Selatan serta lebih dari $10 miliar dari Irak.
Selain itu, Teheran akan menerima $6,7 miliar haknya dengan Dana Moneter Internasional (IMF), menyusul pembicaraan belum lama ini antara Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad Reza Farzin dan manajer IMF Kristalina Georgieva.
Pada bulan April tahun lalu Iran mengumumkan pelepasan sebagian besar asetnya yang dibekukan setelah mencapai kesepakatan baru yang independen dari kesepakatan nuklir.
Pada Mei lalu, IMF menerbitkan sebuah laporan yang menunjukkan peningkatan $141 miliar dalam produk domestik bruto Iran pada tahun 2022, menjadikan negara ini berada di urutan ke-22 ekonomi terbesar di dunia.
Iran telah dikenakan sanksi AS selama beberapa tahun karena pengembangan program nuklirnya. Sanksi itu membatasi ekspor minyak Iran dan menghentikan rekeningnya serta aktivitas para pejabat senior dan badan-badan hukumnya di luar negeri. (mm/raialyoum)
Baca juga: