Beijing, LiputanIslam.com – China mengatakan pihaknya akan bekerja untuk pembentukan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan mendukung rencana pembentukan aliansi maritim regional untuk tujuan ini.
Dalam konferensi pers reguler, Senin (5/6), juru bicara Kemenlu China Wang Wenbin menjawab pertanyaan tentang rencana Iran membentuk aliansi angkatan laut dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan negara-negara Teluk Persia lainnya yang juga akan mencakup India dan Pakistan untuk melindungi stabilitas kawasan.
“Menjunjung perdamaian dan stabilitas kawasan Teluk (Persia) di Timur Tengah berdampak pada kesejahteraan negara dan masyarakat di kawasan,” katanya.
Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Shahram Irani Sabtu mengatakan bahwa Iran akan segera membentuk aliansi regional dan ekstra-regional baru untuk meningkatkan keamanan.
“Saat ini, negara-negara kawasan telah menyadari bahwa pembentukan keamanan di kawasan memerlukan sinergi dan kerja sama,” kata Irani.
Juru bicara China menekankan “kepentingan vital” perdamaian dan stabilitas di kawasan untuk menjaga perdamaian internasional, mendorong pertumbuhan ekonomi global dan menjaga stabilitas pasokan energi.
“Tiongkok mendukung negara-negara kawasan dalam menyelesaikan perselisihan dan membina hubungan baik dan persahabatan melalui dialog dan konsultasi,” tuturnya.
Dia memastikan Beijing akan terus memainkan peran positif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan.
Pernyataan Laksamana Muda Irani mengenai pembentukan aliansi maritim bersama membuat para pejabat AS kesal. Juru Bicara Armada 5 dan Gabungan Maritim Tim Hawkins mengatakan pihaknya “menentang alasan” bagi Iran untuk menjadi bagian dari aliansi angkatan laut regional, dan mengklaim bahwa Iran justru alasan utama ketidakamanan maritim di wilayah Teluk Persia.
Kontur aliansi regional mulai terbentuk setahun setelah rezim Israel mengumumkan bahwa mereka, bersama dengan AS dan sekutu Arab regional mereka, akan membentuk apa yang mereka sebut “NATO Timur Tengah” untuk melawan pengaruh Iran di kawasan.
Konsep tersebut digembar-gemborkan oleh pejabat militer AS dan Israel menjelang kunjungan Presiden Joe Biden ke Asia Barat pada bulan Juli. Tujuannya adalah menjalin koordinasi yang lebih baik antara sekutu untuk saling melindungi dari ‘ancaman’ Iran.
Impian Israel akan aliansi anti-Iran pada akhirnya pupus karena sejumlah negara Arab Teluk Persia, yang dipimpin oleh Arab Saudi, mulai mengubah aliansi mereka dan memulihkan hubungan mereka dengan Iran. (mm/presstv)
Baca juga: