TelAviv,LiputanIslam.com-Media-media Zionis pada Selasa sore 30 Mei memberitakan tewasnya seorang pemukim Zionis. Sumber-sumber Israel menyebut bahwa beberapa jam sebelumnya, pemukim itu ditembak di utara Tepi Barat.
Kanal 12 Israel mengkritik meluasnya operasi berani syahid pejuang Palestina dan melaporkan, sejak awal tahun 2023 hingga sekarang, orang-orang Palestina telah melancarkan 25 operasi perlawanan.
Menurut stasiun televisi ini, operasi-operasi itu telah menewaskan 20 Zionis dan melukai 41 lainnya.
Menanggapi operasi pejuang Palestina terbaru, anggota Parlemen Israel, Zvi Sukkot mengatakan, ”Operasi penembakan baru, terjadi di utara Tepi Barat. Sebagian besar operasi pada tahun-tahun sebelumnya terjadi dari utara. Sekitar separuh dari orang-orang Israel yang tewas, kehilangan nyawa mereka dalam operasi-operasi yaang dimulai dari utara Tepi Barat.”
Sukkot menyatakan bahwa harus ada operasi militer demi merespons operasi-operasi berani syahid yang menewaskan orang-orang Zionis. “Kami menuntut operasi militer besar-besaran,” ujar Sukkot.
Parlemen Israel dikabarkan telah mengadakan rapat untuk membahas kejadian-kejadian di utara Tanah Pendudukan. Menanggapi operasi ini, Ketua Dewan Permukiman Zionis di Tepi Barat mengeluh dan berkata, ”Mereka (para pejuang Palestina) memburu kita seperti bebek. Tidak ada lagi keamanan di utara Tepi Barat.” (af/fars)