Ramallah, LiputanIslam.com – Seorang pria Israel tewas akibat luka yang dideritanya setelah ditembak di dekat pintu masuk pemukiman ilegal Hermesh, barat daya Jenin, Tepi Barat, Selasa (30/5).
Pria itu diidentifikasi oleh media lokal bernama Meir Tamari, yang berusia usia 30-an tahun. Dia dinyatakan meninggal di Hillel Yaffe Medical Center.
Mengutip pernyataan Dewan Regional Shomron, badan Israel yang mengelola permukiman di Tepi Barat utara, kantor berita AFP melaporkan dia telah tinggal di Hermesh sejak empat tahun lalu.
Sebuah afiliasi dari Brigade Syuhada al-Aqsa, sayap bersenjata faksi Fatah Palestinam, mengaku telah melakukan serangan itu sebagai balasan atas pembunuhan orang Palestina oleh Israel.
“Ini, dan operasi lain yang akan datang, tidak akan menjadi balasaqn terakhir untuk meredakan rasa sakit kami atas gugurnya para syuhada kami. Rasa sakit kami lebih besar, begitu pula balas dendam kami,” ungkap Brigade Tulkarm dalam sebuah pernyataan.
Pasukan Israel mengaku telah memulai pencarian dua penyerang, dan melurug desa terdekat di mana mereka menyita rekaman dari kamera CCTV.
Serangan itu terjadi ketika Israel memperluas serangan militer hampir setiap malam di wilayah pendudukan di bawah pemerintahan sayap kanannya.
Sejak awal 2023, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 158 warga Palestina, termasuk 26 anak di bawah umur, menurut kantor berita Palestina Wafa.
Korban tewas juga termasuk 36 warga Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel selama serangan empat hari di Jalur Gaza sejak 9 hingga 13 Mei.
Serangan Palestina terhadap Israel telah menewaskan sedikitnya 22 orang pada periode yang sama.
Lebih dari 700.000 orang Israel tinggal di permukiman di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur yang direbut Israel dalam Perang 1967. (mm/aljazeera)
Baca juga: