Beirut, LiputanIslam.com – Wasekjen kelompok pejuang Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem, menyebutkan kesepakatan normalisasi hubungan Iran-Saudi sebagai keputusan berani yang mengubah arah perkembangan situasi di Timur Tengah.
“Kami melihat kawasan sedang menuju penyelesaian, stabilitas dan solusi politik, dan di atas apa yang terjadi di kawasan ini adalah perjanjian Saudi-Iran,” ungkapnya dalam sebuah acara buka bersama di Beirut, ibu kota Lebanon, seperti dikutip Al-Alam, Rabu (19/4).
Dia menjelaskan bahwa kesepakatan itu menyerupai mimpi, dan nyaris mustahil di mata banyak orang akibat kompleksitas permasalah antara kedua negara.
Namun, lanjut Syeih Qassem, hal itu terjadi karena ada keputusan yang berani dari Iran dan Arab Saudi karena mereka ingin bekerjasama dan mengarahkan kompas pada stabilitas politik untuk kepentingan negara mereka sekaligus kepentingan kawasan.
Dia juga mengatakan, “Hari ini, iklim positif ini ada meski semula kita tidak menduganya. Bukankah akan lebih utama jika kita hidup di negeri yang satu, kita melihat bagaimana kita menerapkan penyelesaian-penyelesaian di antara kita sampai kita dapat saling memahami, sebab negeri ini adalah milik kita semua, kita bersama di dalamnya, dan akan menjadi milik generasi-generasi mendatang.”
Syeikh Qassem lantas menegaskan, “Apa yang dicapai dalam perjanjian Saudi-Iran telah mengubah arah kawasan Timteng. Semula arahnya ialah bahwa Iran adalah musuh, dan Israel ingin berkonsolidasi dengan sejumlah (negara) Arab demi menghadapi Iran. Sekarang, kesepakatan Saudi-Iran telah mengubah arah, danIsrael kembali menjadi musuh sebenarnya bagi semua. Karena itu kita melihat kondisi frustasi dan pahit yang dialami Israel akibat kesepakatan itu. Semua ini adalah berkat keputusan berani Iran dan Saudi.”
Dia melanjutkan, “Arah di kawasan sekarang ialah bahwa entitas Israel-lah musuh. Yakni, kita kembali ke awal pada tahap di mana enitas ini mengalami berbagai kesulitan internal, pada tahap di mana entitas ini melemah, pada tahap di mana kita mendapati Poros Resistensi melangkah maju dengan berbagai prestasi dan kemenangannya serta pendahuluan untuk penyelesaian di Yaman, Suriah dan berbagai kawasan lain. Di samping itu juga meningkat kekuatan di Palestina, pada bangsa pejuang di dalam semua wilayah Palestina.”
Di bagian akhir kata sambutannya dia mengatakan, “Kita sebagai elemen resistensi harus tetap siap, kita tambah kekuatan kita seoptimal mungkin, dan jangan sampai ada batas untuk logistik, pelatihan, persenjataan, penjelasan alasannya, serta penambahan para pendukung, penyokong, pekerja, dan para pengibar bendera pembebasan Palestina dan Al-Quds. Sebab, jika semua faktor kekuatan ini bertambah dan terhimpun pada kita maka kita dapat mewujudkan kemenangan besar, insya Allah, dengan jatuhnya entitas (Zionis) ini, yang telah menyebabkan kerusakan, kehancuran dan problema besar di kawasan kita.” (mm/alalam)
Baca juga: