Gaza, LiputanIslam.com – Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh akan mengunjungi Arab Saudi pada hari Senin, untuk kunjungan pertama dalam beberapa tahun, menurut sumber Palestina.
Sumber anonim itu mengatakan Haniyeh akan memimpin delegasi tingkat tinggi dalam kunjungan ke Saudi.
Belum ada konfirmasi dari Riyadh.
Menurut sumber itu, delegasi tersebut akan mengadakan pembicaraan dengan pejabat Saudi mengenai sejumlah masalah Palestina dan regional serta hubungan bilateral antara Hamas dan Saudi, kata sumber itu.
Menurunya, isu tahanan Palestina di Arab Saudi akan menjadi agenda pembicaraan kedua belah pihak, dan kunjungan ini “menandai langkah penting pertama di jalur pemulihan hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Hamas” setelah tegang selama bertahun-tahun.
Kunjungan terakhir Hamas ke Arab Saudi adalah pada tahun 2015, ketika mantan pemimpin Hamas Khaled Meshal bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz dan pejabat senior Saudi.
Pada Agustus 2021, pengadilan Saudi menghukum 69 warga negara Palestina dan Yordania dengan hukuman penjara yang beragam atas tuduhan memiliki hubungan dengan Hamas.
Riyadh membebaskan sebagian besar tahanan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk perwakilan Hamas untuk Saudi, Mohammed al-Khudari.
Kunjungan Hamas itu akan dimulai dengan ziarah ke Mekkah, dan bertujuan memulihkan hubungan antara Riyadh dan Hamas, yang memburuk pada 2007.
Delegasi tersebut dilaporkan akan mencakup kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, wakilnya Saleh al-Arouri dan kepala bidang luar negeri Khaled Mashaal.
Kamis lalu dilaporkan bahwa hasrat Riyadh untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis “terdinginkan” oleh bentrokan baru-baru ini di Masjid Al-Aqsa dan ketegangan yang sedang berlangsung di Tepi Barat. (mm/aa/mna)
