Teheran, LiputanIslam.com – Jutaan orang di Iran menggelar pawai unjuk rasa untuk menandai Hari Quds Internasional, yang jatuh pada setiap hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.
Di negara yang memelopori peringatan tersebut, pawai yang dipanitiai oleh Dewan Koordinasi Dakwah Islam (IPCC), dimulai pukul 10 pagi waktu setempat di Teheran dan kota-kota lain di seluruh negeri ini pada hari Jumat (14/4).
Para demonstran berusaha mengingatkan khalayak dunia akan situasi tragis Palestina, dan mengutuk kekejaman Israel yang meningkat tahun ini, terutama sejak awal bulan suci Ramadhan.
Sepuluh rute ditetapkan untuk aksi unjuk rasa di seluruh ibu kota Iran, di mana orang-orang dari semua lapisan masyarakat menuju ke Lapangan Enqelab (revolusi) yang ikonik.
Setiap tahun pada Jumat terakhir Ramadhan, aksi unjuk rasa di seluruh dunia diadakan untuk mendukung resistensi bangsa Palestina terhadap Israel dan perjuangan untuk pembebasan wilayah mereka yang diduduki oleh kaum Zionis.
Peringatan tahunan ini dipandang sebagai kesempatan bagi orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia untuk menyuarakan dukungan mereka bagi perjuangan Palestina dan melampiaskan kemarahan mereka pada Israel.
Hari Quds Internasional adalah salah satu warisan pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini. Pada tahun 1979, tak lama setelah memimpin Revolusi Islam yang berhasil menggulingkan Shah Iran yang didukung AS, Imam Khomeini mendeklarasikan Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari Quds Internasional atau se-Dunia.
Dalam komunike terakhir para demonstran di Teheran, massa menyebut persatuan dan solidaritas di dalam dunia Muslim sebagai kunci kemenangan atas kekuatan arogan global dan konspirasi mereka.
Poros Perlawanan, ungkap mereka, telah meresahkan kaum Zionis dan membuat frustasi pemerintahan perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Rezim pembunuh anak mengalami kemunduran bertahap, ketidakstabilan politik serta bipolaritas yang parah,” ungkap mereka.
“Perkembangan yang terjadi di seluruh wilayah pendudukan Israel dan migrasi balik pemukim Israel jelas menunjukkan bahwa rezim Zionis palsu telah mencapai titik penurunan yang tidak dapat diubah dan semakin mendekati keruntuhan,” lanjut mereka.
Peringatan Hari Al-Quds Internasional juga ditandai dengan aksi unjuk rasa di berbagai negara dunia, termasuk Indonesia. (mm/presstv)
Baca juga: