Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Alireza Tangsiri mengumumkan bahwa pasukannya akan menggelar parade maritim besar-besaran di Iran untuk menunjukkan solidaritas dengan bangsa tertindas Palestina.
Tangsiri mengatakan bahwa parade Angkatan Laut IRGC akan diadakan pada 13 April di wilayah pesisir utara dan selatan negara itu, serta di sejumlah pelabuhan di berbagai penjuru dunia.
“Untuk membela rakyat (tertindas) Palestina, mendukung Intifada (pemberontakan) mereka, dan mengutuk kejahatan keji dan kejam rezim Zionis, parade populer terbesar oleh kapal-kapal Angkatan Laut IRGC direncanakan pada pukul 15:30 pada Kamis,” ungkap Tangsiri.
Sejak awal bulan suci Ramadhan tahun ini, Israel telah meningkatkan kekejamannya terhadap warga Palestina, khususnya di dalam dan sekitar kompleks Masjid Al Aqsa di al-Quds yang diduduki.
Tindakan kekerasan rezim Israel telah memancing serangan roket pembalasan dan operasi dari kubu resistensi Palestina.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mendesak masyarakat internasional dan lembaga-lembaga dunia yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan “efektif dan pencegahan” terhadap rezim Zionis.
Sementara itu, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam percakapan telepon dengan sejawatnya dari Aljazair Abdelmadjid Tebboune pada Ahad lalu mendesak negara-negara Muslim untuk membentuk front persatuan melawan rezim Zionis.
“Iran dan Aljazair memiliki posisi yang dekat dan sama dalam masalah regional dan global, terutama dalam masalah Palestina dan hak-hak rakyat tertindas di negara ini,” kata Raisi.
Presiden Iran menekankan bahwa negara-negara Muslim harus memperkuat kerjasama dan membentuk front persatuan melawan Israel untuk mendukung rakyat Palestina.
“Hari ini, lebih dari sebelumnya, dibutuhkan pembentukan Front Islam Bersatu melawan rezim itu dan untuk mendukung warga Palestina dibutuhkan,” tuturnya.
Di pihak lain, Tebboune, mengaku berharap bahwa dengan mengandalkan kerja sama negara-negara Islam, mereka akan berhasil membebaskan bangsa Palestina dari rezim penindas Zionis.
Pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur selama beberapa hari berturut-turut pada pekan lalu, menembakkan gas air mata dan granat kejut serta mencegah jamaah Palestina memasuki masjid untuk sholat subuh. Pasukan Israel juga memukuli jemaah dengan pentungan dan senjata anti huru-hara, melukai banyak orang, dan menangkap ratusan orang.
Beberapa negara dan organisasi Muslim mengutuk keras agresi terbaru itu, dan menyerukan badan –badan internasional untuk menghentikan kejahatan Israel dan melindungi kompleks Masjid Al-Aqsa. (mm/fna)
Baca juga: