Quds,LiputanIslam.com-Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Husain Ibrahim Thaha dalam rapat luar biasa Komite Eksekutif OKI pada Sabtu (8/4) mengecam semua kebijakan Israel dan tindakannya dalam menghapus identitas Islami kota Quds.
“Quds adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Palestina Pendudukan dan ibu kota negara ini. Semua lingkungan Masjid al-Aqsa hanya merupakan tempat ibadah bagi Muslimin,”tandas Thaha.
Thaha juga memperingatkan Rezim Zionis agar tidak mengubah status sejarah dan hukum hal-hal yang disucikan Islam dan Kristen di Quds, terutama Masjid al-Aqsa.
Sementara itu, pada hari Sabtu kemarin, kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan bahwa Benyamin Netanyahu telah menginstruksikan polisi untuk “mengerahkan semua unit Polisi Perbatasan Cadangan.” Tentara Israel juga diperintahkan untuk memanggil pasukan tambahan.
Polisi Israel mengumumkan, 4 batalion dari Polisi Perbatasan Cadangan akan ditempatkan di pusat-pusat kota mulai hari Minggu ini. Ini belum termasuk satuan-satuan yang telah ditempatkan sebelum ini di kawasan Quds dan kota Lod; kota dengan populasi campuran Yahudi dan Arab.
Keputusan ini diambil setelah serangkaian operasi perlawanan terpisah yang menewaskan 3 Zionis di Tel Aviv dan Tepi Barat.
Meski ada seruan agar pihak Israel dan Palestina menahan diri, aksi kekerasan telah meningkat sejak bentrokan polisi Rezim Zionis dengan warga Palestina di dalam Masjid al-Aqsa pada Rabu 5 April silam. Rezim Zionis melancarkan serangan udara ke Gaza dan Lebanon setelah para pejuang Palestina menembakkan rudal ke Tanah Pendudukan, sebagai balasan agresi ke Masjid al-Aqsa. (af/alalam)