Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

National Interest: Jangan Percayai CIA dan Mossad untuk Penilaian Tentang Iran

Published 27/12/2022 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Washington,LiputanIslam.com-Institut AS, National Interest dalam laporannya menyinggung kegagalan beruntun CIA dan Mossad terkait perkembangan Republik Islam Iran. Menurut institut ini, rentetan kegagalan ini disebabkan mereka bergantung secara berlebihan kepada sejumlah sumber informasi yang tidak kredibel.

National Interest menyatakan bahwa CIA dan Mossad tak bisa dipercaya. Kedua biro ini disebut tidak memahami realita-realita di dalam Republik Islam Iran secara akurat. Menurut institut AS ini, kinerja CIA dan Mossad patut diragukan, seiring dengan banyaknya kegagalan di masa lalu dalam memprediksi perubahan-perubahan fundamental di Iran

National Interest lalu menyebutkan sebagian contoh dari kesalahan-kesalahan besar CIA dan Mossad dalam memprediksi perkembangan mendatang di Iran. Menurut institut ini, latar belakang kegagalan komunitas intelijen AS kembali kepada ketidakmampuannya meramalkan terjadinya Revolusi Islam di tahun 1979.

“Tak lama sebelum Revolusi Islam, tepatnya pada 31 Desember 1977, Presiden AS Jimmy Carter, yang diyakinkan oleh komunitas intelijen negaranya, dengan percaya diri berkata,’Berkat kepemimpinan hebat Shah, Iran telah menjadi pulau stabil di salah satu kawasan paling bergejolak di dunia.’”

“Pada Agustus 1978, CIA melapor kepada Carter bahwa Iran ‘tidak berada dalam kondisi revolusi atau pra-revolusi.’ Namun 6 bulan setelahnya, Pemerintahan Shah runtuh dan kelompok revolusioner pendukung Imam Khomeini merebut kekuasaan. Belakangan, Direktur CIA mengakui bahwa lembaganya tidak mampu memprediksi situasi Iran, sebab ‘mereka tidak menyangka bahwa seorang pria tua berusia 78 tahun, yang jauh dari negerinya selama 14 tahun, bisa menyatukan seluruh kekuatan.’”

Sebagian analis intelijen berpendapat, CIA tidak bisa meramalkan badai mendatang di Iran karena dalam evaluasinya bergantung kepada biro intelijen Iran, SAVAK.

Dalam laporan ini disebutkan, andai komunitas intelijen AS memberikan evaluasi yang akurat, mungkin Carter akan memberi masukan kepada Reza Pahlevi untuk mengelola situasi, alih-alih meyakinkannya bahwa tak ada bahaya yang mengancam kekuasaannya.

“Kegagalan CIA dalam memprediksi perkembangan yang akan datang bukan hanya berujung pada tergulingnya sekutu strategis AS dan perubahan mendalam geopolitik Timteng, tapi juga menggagalkan upaya Carter untuk terpilih kembali sebagai Presiden AS,”tulis National Interest.

Di bagian lain laporannya, institut ini juga menyinggung kegagalan Mossad dan menyatakan bahwa sama seperti mitra AS-nya, komunitas intelijen Israel juga tidak mampu memprediksi perubahan-perubahan mendasar di Iran.

“Berdasarkan laporan-laporan rahasia, sebelum terjadinya Revolusi, kelompok-kelompok Israel di Teheran meyakini bahwa Shah ‘telah mendapatkan stabilitas domestik’ dan kekuasaannya akan berlanjut tanpa gangguan berarti. Israel baru menyadari Shah berada dalam kesulitan di tahun-tahun akhir kekuasaannya.”

“Kendati Mossad sangat aktif di Iran, namun tetap saja ia memberikan penilaian keliru ini. Mossad dan SAVAK memiliki hubungan intelijen spesial dan besar, yang mencakup pertukaran informasi dan pelaksanaan operasi-operasi gabungan kontraspionase, hingga terjadinya Revolusi Islam.”

“Bahkan setelah kelompok Islamis mendapatkan kekuataan di Iran, komunitas intelijen Israel masih percaya bahwa Iran adalah ‘sekutu alami Israel.’ Slogan berapi-api para pendukung (Imam) Khomeini terhadap Pemerintah Zionis dianggap hanya sebagai gelora revolusioner jangka pendek, bukan sebuah perubahan strategis dalam kebijakan luar negeri Iran.”

“Bahkan pada Oktober 1987, PM Israel Yitzhak Rabin, yang percaya bahwa keyakinan para pemimpin Iran soal Israel bisa berubah, sempat berkata,’Iran adalah kawan terbaik Israel. Kami tidak bermaksud mengubah sikap terhadap Teheran.’”

Di akhir laporan, National Interest menyatakan bahwa salah satu penyebab utama kegagalan-kegagalan ini adalah paradigma biro-biro intelijen ini. Kebanyakan pakar menggunakan berbagai paradigma untuk menganalisis realita politik di negara-negara. Namun secara keseluruhan, prediksi perubahan-perubahan politik bisa saja keliru. Dengan mempertimbangkan model-model pemikiran keliru ini, diyakini bahwa pengalaman di masa lalu menunjukkan “Pemerintahan Iran kukuh dan tak terkalahkan.” (af/alalam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account