Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ketika Senjata Minyak Riyadh Lebih Ampuh dari Senjata HAM Washington

Published 19/11/2022 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Proses ketundukan Washington di hadapan Riyadh akhirnya sudah lengkap, menyusul keputusan Pemerintahan Joe Biden untuk memberikan kekebalan hukum kepada Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Padahal saat berkampanye di Pilpres 2020 silam, Presiden dari Partai Demokrat ini dengan suara lantang berjanji akan “mengisolasi Riyadh” atas tuduhan pembunuhan keji jurnalis Washington Post dan sejumlah pelanggaran HAM lainnya. Biden berkoar akan memaksa Bin Salman bertanggung jawab atas keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi di Konsulat Saudi di Turki.

Rencananya, setelah masuk ke Gedung Putih, Biden akan “memperlakukan sapi perahnya di Timur Tengah dengan cara yang berbeda dari perlakuan Donald Trump”. Namun tiba-tiba ia justru berlutut takzim di hadapan Saudi.

Proses takzim Pemerintahan Biden di hadapan Putra Mahkota Saudi dimulai dari lawatan delegasi AS pada 14 Juni lalu ke Timur Tengah dan Saudi. Dalam lawatan tersebut, Biden mengerahkan segala upayanya untuk menghibur Riyadh serta membuatnya melupakan sikap pedas dan sesumbarnya saat kampanye. Dalam pertemuan dengan Bin Salman, Biden berusaha sebisa mungkin mengambil hati Si Putra Mahkota.

Pihak Saudi memiliki senjata “minyak” untuk menghadapi senjata lapuk Barat, seperti isu pelanggaran HAM. Sebab itu, Saudi berusaha membalas perlakuan orang-orang Demokrat ini. Biden melawat ke Saudi, di tengah krisis energi Barat sebagai dampak dari sanksi atas Rusia, demi membujuk Riyadh untuk meningkatkan produksi minyaknya di OPEC Plus.

Namun, bujukan Biden itu tidak membuahkan hasil, sebagaimana ia juga hanya mendapatkan sambutan dingin saat melawan ke Timur Tengah. Ia pun terpaksa kembali ke Washington dengan tangan kosong.

Tak cukup dengan itu, bersamaan dengan tibanya musim dingin membekukan di Barat, Saudi bersama anggota lain di OPEC Plus memutuskan untuk mengurangi produksi minyaknya. Dengan demikian, senjata minyak Saudi lebih ampuh daripada senjata HAM yang digunakan AS untuk menekan Bin Salman.

Kini, seiring dengan meluasnya kebutuhan Barat kepada minyak dan bertambahnya kritik atas kelemahan Pemerintahan Demokrat, tampaknya Gedung Putih telah memulai tahap baru takzim dan mengalah di hadapan Saudi.

Dalam tahap baru ini, Kementerian Hukum AS memberikan kekebalan hukum kepada Bin Salman dari tuduhan keterlibatan pembunuhan Khashoggi.

Sekarang, Biden bukan hanya tidak bisa mengklaim untuk mengucilkan Saudi akibat kasus Khashoggi, tapi justru bertanggung jawab untuk mencabut tuduhan dari pihak tersangka. (af/fars)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account