Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Demo Anti Hijab dan Rekam Jejak Busuk AS di Timur Tengah

Published 17/10/2022 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Aksi-aksi kerusuhan menolak jilbab di Iran yang didukung kuat oleh AS saat ini bisa dikatakan mereda. Aksi-aksi yang didukung oleh negara-negara Barat, terutama AS itu, mengingatkan kita semua kepada jejakpjejak sejarah AS di Iran dan Timur Tengah. AS memang punya rekam jejak berdarah, busuk, dan jahat di Timur Tengah, termasuk Iran. Karenanya, orang yang berpikir logis mestinya tak boleh melupakan sejarah serta harus bersikap skeptis terhadap segala macam manuver AS di Timur Tengah.

Persekutuan AS dengan Rezim Zionis Israel bisa disebut sebagai kejahatan paling nyata AS selama tujuh dekade ini. Ketika banyak negara dunia, termasuk Indonesia, menempatkan Israel sebagai penjajah atas Negeri Palestina, AS berdiri di garda terdepan dalam membela penjajah Zionis. Lebih dari empat puluh draft resolusi pengecaman atas kejahatan HAM Israel diveto oleh AS dengan semena-mena.

Irak, Afghanistan, dan Suriah adalah korban kejahatan AS lainnya. Di Afghanistan, AS adalah inisiator utama pembentukan Al-Qaeda. Ketika Al-Qaeda (Taleban) berkuasa, AS menempatkannya sebagai teroris yang harus diperangi. Lalu, AS menginvasi Afghanistan dan mendudukinya selama dua dekade. Ratusan ribu nyawa warga sipil melayang selama masa-masa pendudukan itu.

Irak juga menjadi korban kejahatan AS. Tahun 1990, Gedung Putih merekayasa berita hoaks yang disampaikan seseorang bernama Nayirah yang mengaku sebagai perawat di rumah sakit Kuwait. Ia bersaksi di depan Kongres AS bahwa ia melihat bagaimana bayi-bayi yang masih berwarna merah tewas meregang nyawa setelah dilemparkan dari inkubator oleh tentara Irak. Dengan berdasarkan kesaksian itu, AS mengebom Irak. Ratusan ribu nyawa juga melayang. Belakangan, terbongkar bahwa Nayirah adalah anak dari Dubes Kuwait untuk AS. Dia bukanlah perawat, dan saat Kuwait diserang, Nayirah sedang berada di Washington.

Irak kembali menjadi korban kejahatan AS di tahun 2003 ketika negara itu dituduh memiliki senjata kimia dan biologis yang berbahaya. Pentagon menunjukkan berbagai gambar yang diklaim sebagai hasil jepretan satelit tentang keberadaan gudang-gudang senjata pembunuh massal itu. Maka, AS pun menggalang tentara koalisi untuk membormbardir Irak. Setelah Irak luluh lantak dan puluhan ribu nyawa melayang sia-sia, barulah AS menyatakan bahwa Irak sebenarnya tak punya senjata dimaksud.

Suriah adalah contoh terbaru kejahatan AS. Bersama sekutu-sekutunya, AS mensponsori gerakan jihad palsu yang mendatangkam banyak sekali milisi bersenjata dari seluruh dunia, dengan tujuan menggulingkan pemerintah Assad. Kita tentu masih mengingat kengerian yang ditimbulkan oleh kelompok teroris jahat bernama ISIS yang dideklarasikan tahun 2014. Maka, Suriah pun hancur lebur. Meskipun saat ini pemerintahan Assad berhasil memberangus kelompok-kelompok teroris, tapi, negara itu hingga saat ini dihadapkan kepada fakta hancurnya infrastruktur negara mereka.

Terbaru, Iran menjadi target AS. Dengan dalih pembelaan terhadap kebebasan kaum perempuan, serta dipicu oleh kematian Mahsa Amini, AS menyatakan dukungannya terhadap para pendemo di Iran. Seruan akhirnya adalah penggulingan rezim Islam di Negeri Kaum Mullah itu. Seruan dukungan itu disebarkan oleh AS bukan hanya kepada kalangan internal Iran, melainkan juga ke seluruh dunia, dengan harapan warga dunia dan juga pemerintahan dari berbagai negara ikut serta mendukung kampanye penggulingan rezim Iran. AS tak peduli dengan bukti-bukti tak terbantahkan (rekaman CCTV dan catatan medis) bahwa Mahsa Amini meninggal bukan karena penyakit yang dideritanya, bukan karena disiksa.

Untunglah sekenario AS di Iran hanya sampai kepada gelombang demo yang kini sudah mereda, sehingga Iran tak sampai bernasib seperti Afghanistan, Irak, ataupun Suriah. Meskipun demikian, melayangnya nyawa puluhan orang selama gelombang demo tetaplah bencana yang buruk. Semua kejahatan itu menjadi tanggung jawab aktor intelektual di balik berbagai kerusuhan tersebut, yaitu AS. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account