Tripoli, LiputanIslam.com – Kontak senjata antara milisi yang didukung oleh pihak-pihak yang bersaing di Libya telah menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 159 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan.
Pertempuran di ibu kota Libya, Tripoli, pada hari Sabtu (27/8) adalah yang terburuk di sana dalam dua tahun terakhir, dan telah menimbulkan kekhawatiran negara ini kembali terjerumus pada perang saudara berskala besar.
Kementerian Kesehatan, Ahad (28/8), mengumumkan tak kurang dari 32 orang tewas dan 159 lainnya terluka dalam kekerasan yang terjadi pada hari Sabtu.
Korban tewas antara lain adalah Mustafa Baraka, seorang komedian yang dikenal karena video media sosialnya yang mengejek milisi dan koruptor. Malek Merset, juru bicara layanan darurat, menyatakan Baraka tewas akibat tembakan yang mengena dadanya.
Merset mengatakan layanan darurat berusaha mengevakuasi para korban luka dan warga sipil yang terperangkap dalam pertempuran yang meletus pada Ahad malam dan berlanjut hingga Sabtu malam.
Kementerian kesehatan melaporkan 140 orang terluka sementara 64 keluarga harus dievakuasi dari daerah sekitar pertempuran.
Disebutkan rumah sakit dan pusat medis di ibu kota juga tak luput dari tembakan, dan tim ambulans dilarang mengevakuasi warga sipil, dalam tindakan yang “sama dengan kejahatan perang”. (mm/aljazeera)