Damaskus,LiputanIslam.com-Harian Lebanon, al-Akhbar, me,aporkan, Damaskus telah memecah kebungkamannya terkait pesan-pesan Ankara. Melalui tribun Moskow, yang bersama dengan Teheran berusaha keras menengahi antara dua tetangga Suriah dan Turki, Damaskus mengumumkan bahwa pihaknya tidak menolak pemulihan hubungan dengan Ankara dalam kondisi stabil yang menjamin kembalinya kontrol Suriah atas seluruh wilayahnya.
Menurut al-Akhbar, kendati pihak diplomat dan media Turki terlihat terburu-buru menuju Suriah, namun tampaknya jalan normalisasi bakal memakan waktu.
Meski demikian, imbuh al-Akhbar, ceritanya akan lain jika Ankara mengambil langkah-langkah signifikan, yang dengannya bisa mempercepat jalan normalisasi ini. Percepatan normalisasi ini tampaknya menjadi sebuah prioritas bagi Presiden Erdogan.
Dalam konferensi pers di Moskow, Menlu Suriah Faisal al-Miqdad bicara soal asas penghormatan timbal balik terhadap kedaulatan negara-negara. Ia menegaskan, pendudukan, dukungan terhadap terorisme, dan intervensi terhadap urusan domestik harus dihentikan.
Al-Miqdad berkata bahwa Suriah tidak percaya kepada “mereka yang mendukung terorisme” dan menambahkan, ”Ketika kita sampai kepada jalan keluar ini, itu akan menguntungkan Suriah dan Turki. Ini adalah mukadimah untuk memulihkan hubungan yang terjalin sebelum perang.”
Al-Akhbar menilai, ucapan al-Miqdad adalah pertanda jelas dari apa yang ada di pikiran Suriah. Tampaknya Suriah juga didukung oleh Iran dan Rusia dalam sikap ini. Apalagi dua sekutu Damaskus ini selalu menentang segala invasi militer Turki ke kawasan-kawasan Suriah. (af/fars)