Kabul, LiputanIslam.com – Sebuah ledakan besar menyasar sebuah masjid di Kabul, ibukota Afghanistan, dan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari 25 lainnya, Rabu (18/8).
Serangan itu terjadi di lingkungan Khair Khana di kota itu ketika berlangsung salat magrib .
Lembaga darurat swadaya masyarakat Italia, yang mengoperasikan sebuah rumah sakit di Kabul, menyatakan pihaknya telah menerima 27 korban, termasuk tiga korban jiwa.
“Kami telah mencatat tiga kematian. Sebagian besar pasien yang kami terima setelah ledakan di dalam masjid menderita luka serpihan dan luka bakar ,” ungkap LSM tersebut kepada AFP melalui email.
Rumah sakit itu mencatat bahwa korban luka antara lain lima anak kecil, satu di antaranya berusia 7 tahun.
Tolo News, saluran berita swasta terkemuka Afghanistan, mengutip pernyataan juru bicara polisi Kabul Khalid Zadran bahwa ledakan itu terjadi di distrik polisi (PD) 17 Kabul.
Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, sumber itu mengatakan pasukan keamanan telah tiba di lokasi peristiwa.
Seorang pengguna Twitter mengklaim bahwa serangan itu menewaskan antara lain seorang ulama aliran sufi, Amir Mohammad Kabuli, dan bahwa pelakunya kemungkinan adalah teroris ISIS. Klaim ini belum dikonfirmasi oleh Taliban.
Hingga berita ini disusun, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun dugaan sumber-sumber lokal mengarah kepada ISIS, kelompok teroris yang telah melakukan banyak serangan serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Pekan lalu seorang ulama pro-Taliban terkemuka tewas dalam ledakan bunuh diri di Kabul, dan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Serangan kemarin terjadi dua hari setelah peringatan tahun pertama penarikan AS dan berkuasanya kembali Taliban di Afghanistan. (mm/presstv)