Sanaa,LiputanIslam.com-Ketua Dewan Tinggi Politik dan Panglima Tinggi Angkatan Bersenjata Yaman mencibir latihan perang bersama Saudi dan AS di Yanba. Menurut Mahdi al-Mashat, latihan perang itu lebih pas dilabeli “Kabur Berkepanjangan”, alih-alih diberi label gagah seperti “Amarah Dahsyat.”
Ia menilai, latihan perang bersama itu dilakukan AS demi memompa semangat tempur Saudi dan UEA yang sudah tereduksi.
Ia menyatakan, senjata-senjata pertahanan AS tidak akan bisa melindungi Rezim Saudi dan UEA dari serangan rudal dan drone Yaman.
Al-Masirah melaporkan, petinggi Yaman ini menegaskan bahwa jika musuh bersikeras melanjutkan agresi dan blokade, tangan-tangan Yaman juga akan lebih bertekad untuk menggapai musuh.
“Latihan-latihan perang dan hiruk pikuk armada kalian di Laut Merah dan Teluk Aden tidak membuat hati kami takut secuil pun. Saya berjanji kepada kalian bahwa di hari-hari mendatang, kita akan menyaksikan perkembangan-perkembangan mengejutkan,” kata al-Mashat.
Sehubungan dengan penjarahan sumber-sumber alam Yaman oleh AS, al-Mashat mengatakan, ”Keberadaan AS di Hadhramaut, yang diumumkan kemarin, adalah bukti untuk apa yang sudah kami singgung tentang keserakahan AS di Yaman.”
“Kami tidak akan ragu-ragu untuk melancarkan pukulan paling telak dan mengambil semua tindakan demi mengembalikan hak bangsa kami guna hidup bermartabat, bebas, dan merdeka,”tandas al-Mashat. (af/alalam/fars)