Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khemenei, Kamis (11/8), membalas surat Sekjen Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Al-Nakhalah dengan menyebutkan bahwa Rezim Zionis Israel melemah sedangkan kubu resistensi terus menguat.
“Kalian telah membuktikan bahwa setiap bagian dari kubu resistensi sendiri dapat menyungkurkan batang hidung musuh ke tanah,” bunyi pesan tertulis Ayatullah Khamenei.
Berikut ini terjemahan lengkap surat itu dari teks berbahasa Arab yang dimuat di situs berita Iran Al-Alam;
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Saudaraku Yang Mulia Pejuang Bapak Ziyad Al-Nakhalah
Telah saya terima surat Anda yang penuh wibawa dan membangkit harapan, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan dan dekatnya kemenangan final bagi bangsa mulia Palestina yang tertindas.
Aneka peristiwa yang terjadi belakangan ini telah melipat gandakan kemuliaan Gerakan Jihad Islam Palestina, dan meninggikan kedudukan Jihad Islam dalam gerakan resistensi mulia bangsa Palestina.
Melalui perlawanan nan gagah berani, kalian telah dapat menjatuhkan strategi licik entitas Zionis. Kalian telah membuktikan bahwa setiap bagian dari kubu resistensi sendiri dapat menyungkurkan batang hidung musuh ke tanah.
Dengan menghubungkan jihad di Gaza dengan Tepi Barat, demikian pula dukungan faksi-faksi resistensi lainnya kepada Gerakan Jihad Islam, kalian dapat berbangga dengan persatuan jihad bangsa Palestina melawan musuh yang keji dan licik.
Sudah seharusnya semua faksi Palestina di seluruh penjuru tanah Palestina mengerahkan segenapkan upayanya untuk menjaga persatuan ini.
Musuh dan rezim perampas melemah, sementara kubu resistensi Palestina semakin kuat, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.
Kami senantiasa bersama Anda. Dan janjipun masih seperti sedia kala. Wassalamu alaiku wr. wb.
Awal pekan ini, al-Nakhalah telah menulis surat kepada Ayatollah Khamenei mengenai kehadiran para pejuang Palestina di seluruh Jalur Gaza dan Tepi Barat dalam sebuah front persatuan melawan agresi Israel.
Dalam suratnya, al-Nakhalah menyebutkan bahwa orang-orang Palestina yang tinggal di Jalur Gaza telah gigih menahan agresi Israel terbaru ke kawasan yang terblokade ini.
“Kami menjuluki konfrontasi ini ‘Wahda al-Sahat’ (Kesatuan Lapangan) untuk menekankan persatuan bangsa kami melawan musuh, yang mencoba menghancurkannya melalui segala cara dan konspirasi,” tulis Nakhalah.
Dia memastikan semua bagian Palestina pendudukan 1948 (Israel) berada dalam jangkauan roket Jihad Islam, dan bahwa pertempuran ini telah mematahkan perhitungan Israel sehingga, setelah pertempuran berlangsung tiga hari, rezim Zionis initerpaksa meminta gencatan senjata dan tunduk pada persyaratan kubu resistensi. (mm/alalam)
Baca juga: