Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ini Penyebab Wanita Eropa Berjihad di Suriah

Published 08/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
para jihadis perempuan di Raqqa (foto: Reuters)
para jihadis perempuan di Raqqa (foto: Reuters)

Amsterdam, LiputanIslam.com–Khadijah (bukan nama sebenarnya) awalnya menikmati kehidupan yang tenang di Belanda, negara tempat ia dibesarkan. Namun, selama beberapa tahun terakhir, dia merasa hidupnya menjadi sulit karena semakin kentalnya sikap anti-Muslim di Belanda. Sampai akhirnya dia ‘berkenalan’ dengan kelompok Al Qaida melalui internet dan memutuskan berangkat ke Suriah.

Khadija berkenalan dengan beberapa muslim asal Belanda yang telah bergabung dengan jaringan Al Qaida bernama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Khadija tertarik pada organisasi teror ini karena mereka berbicara tentang upaya menciptakan sebuah negara Islam.

“Saya selalu ingin hidup di bawah negara syariah. Di Eropa, hal ini tidak akan pernah terjadi. Selain itu, saudara-saudara Muslim saya  di sana butuh bantuan, ” kata Khadijah (24 tahun) kepada Brenda Stoter, jurnalis dari Al Monitor yang mewawancarainya via telepon.

Pada musim gugur 2013, Khadijah bergabung bersama sahabatnya yang akan menyusul suaminya, seorang pejuang jihad, di Suriah. Mereka masuk Suriah lewat Turki, dan tiba di Aleppo. Di sana, mereka disambut oleh wanita Eropa lainnya yang bersuamikan pejuang ISIS.

Sementara itu, Sara, 18, dari Belanda menyatakan bahwa ia pergi ke Suriah untuk “mengikuti aturan Tuhan” dan “membantu rakyat.” Seperti Khadijah, Sara mengatakan bahwa dia tidak dipaksa dalam keputusannya.

“Muslim tidak ingin dipermalukan di negara kafir di mana hak-hak kami dilanggar. Saya meninggalkan negara saya dengan senyum lebar, dan aku tidak peduli bahwa pemerintah [Belanda] tidak ingin aku kembali, “tulisnya di halaman Facebook-nya.

Sara menjadi radikal setelah berteman dengan Muslim Salafi di Belanda. Dia mulai menutupi dirinya dengan cadar Islam. Akibatnya, ia mengalami penghinaan saat berjalan di tempat publik.

Montasser AlDe’emeh, seorang peneliti  dari Universitas Antwerpen dan Leuven di Belgia yang mempelajari perilaku para jihadis, berpendapat ada berbagai alasan mengapa wanita Eropa bergabung dengan kelompok Islam radikal. Munculnya partai-partai sayap kanan – sering anti-Muslim – di Eropa merupakan salah satu faktor, karena telah memberikan masa yang sulit bagi perempuan Muslim.

“Gadis-gadis ini merasa tidak ada tempat bagi mereka di masyarakat, karena mereka ditolak oleh semua orang, termasuk sesama Muslim. Dengan menghubungi Muslim yang merasakan hal yang sama, mereka mencoba untuk memenuhi kebutuhan seperti cinta, pengakuan dan persaudaraan, “katanya kepada Al-Monitor.

Khadijah menikah sepekan setelah tiba di Syria. Dia diperkenalkan dengan seorang jihadis ISIS asal Tunisia. 

“Dia seorang pria religius dengan mata hijau, aku benar-benar menyukainya,” kata Khadijah. Mereka pun dinikahkan oleh seorang syekh.

Para jihadis perempuan asal Eropa ini mendapat tugas ‘mendukung suami dalam berjuang dan menjadi seorang Muslim yang baik’.

“Saya memanggang kue, memasak untuk suami saya, mengobrol dengan perempuan dan bermain dengan hewan peliharaan saya. Saya punya lima ikan, dua burung dan empat kucing,” kata Khadijah. Selama di Suriah, dia tidak melakukan kontak dengan penduduk setempat, kecuali dengan seorang wanita Suriah.

Keselamatan para jihadis perempuan ini sangat terancam, mengingat ISIS tidak hanya terlibat dalam pertempuran dengan rezim Suriah, tetapi juga dengan saingan mereka, Jabhat al-Nusra. Pada tanggal 27 Mei, sebuah bom mobil meledak di depan sebuah hotel di Raqqa di mana anak-anak dan istri-istri para pejuang asing hidup. ISIS mengatakan ada puluhan perempuan, anak-anak, dan pejuang terluka dan menyebut Jabhat al–Nusra sebagai pelaku serangan itu.

Khadijah kembali ke Belanda setelah dua bulan tinggal di Suriah. Dia sekarang tinggal di Amsterdam lagi, tapi radikalismenya tetap kuat.

“Saya ingin kembali ke Suriah segera,” pungkasnya. “Jika aku mati di sana, aku mati di jalan Allah.”(dw/almonitor)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account