Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Derita Dua Kota Syiah yang Dikepung di Suriah

Published 29/01/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

kota nabal zahraLiputanislam.com — Sebelum ini ada berbagai laporan tentang dua kota Syiah bernama Nabal dan Zahra di Suriah. Penduduk dua kota ini dikepung selama 730 hari hingga kini oleh pasukan pemberontak. Satu-satunya kesalahan mereka adalah status mereka sebagai Syiah, yang merupakan dosa tak terampuni bagi pemberontak. Kebutuhan-kebutuhan paling mendasar sekalipun tak bisa diperoleh mereka.

Dokumen-dokumen menunjukkan, dua kota terlupakan ini telah mengalami banyak penderitaan hingga kini. Hadi, salah satu warga yang berhasil lolos dari kepungan, berkata bahwa pasca jatuhnya Aleppo dan dikuasainya Ghazi Antab oleh pemberontak, dua kota ini dikepung karena motif perbedaan mazhab.

Hadi mengatakan, ”Awalnya, warga hanya kesulitan mendapat makanan. Tapi kemudian, hampir semua barang menjadi langka. Kami mencatat banyak kematian anak-anak akibat kekurangan makan di masa itu.”

Tiga bulan setelah pengepungan, sebuah perlintasan menuju keluar dibuat di kawasan Ifrin. Hingga dimulailah penyelundupan bahan makanan ke dua kota Syiah ini melalui jalan tanah. Banyak dari warga yang membawa makanan melalui perlintasan ini dengan risiko nyawa mereka.

Kondisi ini tak berlangsung lama. Aliansi kaum Kurdi di utara Suriah dengan pemberontak menyebabkan jalur ini tertutup kembali. Beberapa lama kemudian, pemerintah Suriah memperbaiki hubungan dengan kaum Kurdi dan membawa pengaruh positif bagi warga dua kota ini. Dengan dimulainya pertempuran antara kaum Kurdi dan pemberontak di Hay Ashrafiyah, jalur penyelundupan ini kembali terbuka. Warga lalu memanfaatkannya sebagai sumber tunggal mendapatkan bahan makanan, meski dengan harga yang sangat mahal. Bahan makanan yang diperoleh pun hanya terbatas dan tidak mencukupi semua kebutuhan warga.

Ummu Raghib, seorang warga lain kota ini, juga bercerita tentang derita selama pengepungan. Ia berkata, ”Pengepungan ini terus berjalan dan membuat kami terpaksa memakan rerumputan di atas kendaraan kami. Anak-anak kami mati kelaparan. Cucu saya sendiri mati di depan mata saya. Dia berjuang selama sebulan lebih melawan rasa lapar, tapi dia baru berusia 11 bulan dan tak kuat menahan lapar hingga akhirnya mati.” Sambil tersenyum dan mengusap air mata, Ummu Raghib berkata, ”Dengan berkah Sayyidus Syuhada, kami menganggap dia mati syahid.”

Tentang musibah yang menimpa 63 wanita kota ini, Rabi`, seorang pemuda berusia 17 tahun, berkata, ”Jika mereka telah syahid, kami akan menziarahi kubur mereka dan tiap pagi membacakan Fatihah buat mereka. Tapi kami tak tahu nasib mereka sekarang.” Dia bercerita bahwa kadang kala, warga kotanya diculik. Kasus terbaru adalah diculiknya 63 wanita dan anak-anak oleh kaum pemberontak. “Mereka dibawa dengan bis menuju kawasan-kawasan yang diduduki pemberontak,” jelasnya.

Abu Muhammad mengatakan, ”Jika kami tidak mati kelaparan, kami akan mati oleh peluru dan mortir. Kematian bukan sebuah hal aneh bagi kami. Tiap hari, kami melihat korban yang tewas akibat tembakan mortir di rumah-rumah. Kebanyakan mereka adalah anak-anak. Bertahun-tahun lalu, kami hidup bersama dengan tetangga kami dari kalangan Ahlussunnah. Sebelum kemunculan Front An-Nusra dan ISIL, kondisi tidak seburuk ini. ISIL-lah yang memfatwakan pengepungan kami.”

Dia menyatakan, ratapan anak kecil dan wanita adalah senandung kematian yang mengalun tiap pagi di gang-gang kota ini.(ABNA)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account