Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Krisis Politik Bahrain: Reformasi, Pandemi, dan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Published 06/01/2021 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Situasi politik di Bahrain masih terus memburuk di tengah-tengah pandemi dan isu panas normalisasi hubungan dengan Israel. Bulan Februari tahun ini akan menjadi tahun kesepuluh gerakan perlawanan kelompok oposisi yang dipimpin oleh Shekh Ali Salman. Beberapa daerah di kerajaan Bahrain saat ini terus bergolak karena menjadi ajang demonstrasi dukungan sebagian rakyat terhadap perlawanan oposisi.

Sejak Rabu lalu (30 Desember), penduduk Desa Al-Dair turun ke jalan mendukung demonstrasi damai. Mereka meneriakkan yel-yel tuntutan agar Syeikh Ali Salman yang merupakan Pemimpin Masyarakat Islam Nasional Al-Wifaq dilepaskan dari penjara. Syeikh Ali Salman sudah mendekam di penjara selama enam tahun, sejak ia ditangkap tanggal 28 Desember 2014.

Para pengnjuk rasa juga mengatakan bahwa mereka telah menerima pesan politik Syeikh Ali Salman untuk terus menggelorakan protes atas represi yang dilakukan kerajaan Bahrain kepada rakyatnya. Pengunjuk rasa mengatakan bahwa demo-demo akan terus dilakukan sampai tuntutan mereka dipenuhi, keadilan bagi rakyat Bahrain. Mereka menuntut referendum bagi terbentuknya sebuah konstitusi, di mana ada pembatasan terhadap kekuasaan raja serta pemisahan kekuasaan.

Syeikh Ali Salman menyampaikan seruannya melalui sebuah pesan suara yang ia sampaikan pada tanggal 27 Desember dari tempat ia dipenjara, yaitu Pusat Penjara Jau. Ia mengatakan bahwa pemenjaraan tak akan membuatnya menghentikan langkah-langkah untuk memimpin gerakan rakyat. Ia menyatakan tak menyesali langkah-langkahnya yang mengantarkannya ke dalam penjara

Mengomentari protes protes yang terus berlanjut, Deputi Sekretaris Jenderal Al-Wifaq, Sheikh Hussein Al-Daihi, mengatakan bahwa rakyat Bahrain tidak akan pernah menerima apa yang ia sebut sebagai “penghinaan”. Menurutnya, rezim Khalifa yang tengah berkuasa di negara itu tidak pernah mendengar suara-suara yang menyerukan keadilan, kebebasan, dan demokrasi. Sikap rezim itu berlanjut ditunjukkan dengan membuat tuduhan tak berdasar terhadap Sheikh Salman untuk menutup mulut para pengunjuk rasa pro-reformasi.

Sheikh Al-Daihi juga mengkritisi pemerintahan yang telah berkompromi dengan rezim Zionis dan mengaitkan langlah normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara dengan langkah-langkah rezim tersebut dalam menindas rakyat Bahrain. Menurutnya, Dunia tahu bahwa tuntutan rakyat Bahrain adil dan benar; dan upaya yang dilakukan rakyat Bahrain itu pada dasarnya adalah langkah-langkah untuk memberikan solusi yang berasal dari rakyat Bahrain sendiri.

Sambil menyoroti pentingnya komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya terhadap rakyat Bahrain, Al-Daihi menegaskan bahwa bahwa oposisi Al-Khalifa tidak akan berhenti mendorong reformasi negara. Solusinya adalah membebaskan Syekh Salman dari penjara, karena dia adalah pembela kebenaran dan dan tak akan pernah menyerah dalam melakukan perlawanan.

Sejauh ini, berbagai laporan menyatakan bahwa tuntutan dari kelompok oposisi diabaikan oleh rezim Khalifa. Tuntutan perundingan oleh para pengunjuk rasa selama satu dekade terakhir dihadapi dengan tindakan keras dan tekanan keamanan yang meningkat.

Bulan lalu, situs web Voice of Manama melaporkan bahwa “Salam untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (SALAM DHR) dan Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain telah memperingatkan situasi krisis di mana berlanjutnya pelanggaran berat hak asasi manusia di negara itu oleh rezim Khalifa. Pernyataan kedua kelompok HAM tersebut juga mengingatkan tentang marginalisasi warga negara, pembubaran lembaga politik dan hukum, pencabutan kewarganegaraan ratusan warga negara, pencabutan hak politik ribuan warga negara (seperti kandidasi dalam pemilu), serta putusan eksekusi yang tidak adil.

Sementara itu, situasi para tahana politik di Bahrain dilaporkan menjadi jauh lebih buruk dari sebelumnya. Selain Syekh Salman, sekretaris jenderal Gerakan Haq Hasan Mushaima dan aktivis geralan rakyat seperti Abdulhadi al-Khawaja, Abdulwahab Hussein, Abduljalil al-Sankis, dan Nabil Rajab juga termasuk di antara para tahanan politik yang harus mendekam dalam penjara atas tuduhan kejahatan politik.

Kerajaan juga mencabut kewarganegaraan pemimpin spiritual Syiah Bahrain Sheikh Issa Qassem dan dengan demikian memaksanya keluar dari negara itu. Kelompok-kelompok hak asasi secara khusus memperingatkan tentang kesehatan para lansia dan tahanan politik yang sakit termasuk Mushaima dan al-Khawaja.

Krisis politik di Bahran ini berlangsung di tengah-tengah kondisi sosial ekonomi negara-negara Teluk yang terus memburuk akibat pandemi. Sebagaimana diketahui bahwa harga minyak dunia masih belum stabil akibat akibat lesunya permintaan minyak dari pasar dunia. Sementara itu, Bahrain adalah salah satu negara Teluk yang pendapatan negaranya sepenuhnya bergantung kepada penjualan minyak.

Pemerintahan Bahrain juga disorot oleh kalangan dan dan luar negeri gara-gara keputusan negara itu untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Zionis Israel. Berbagai unsur di dalam negeri menyebut langkah pemerintah sebagai hal yang memalukan dan pengkhianatan terhadap rakyat Palestina.

Bahrain adalah negara monarki yang dipimpin oleh keluarga Alu Khalifa yang bernazhab Sunni. Mayoritas warga negara Bahrain (80%) adalah penganut Syiah. Sejak sepuluh tahun lalu, warga Syiah menuntut perubahan konstitusi yang memberikan warga Syiah kesempatan untuk mengelola pemerintahan. (os/alwaght)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account