Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Trump vs Biden, Babak Belur AS Pasca Pilpres

Published 10/11/2020 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Ada sederet misi yang disebut-sebut akan dijalankan oleh Joe Biden, yang kini sudah berstatus sebagai presiden terpilih Amerika Serikat (AS).  Sederet misi untuk masa empat tahun kedepan kepresidenan Biden itu utamanya ialah; mengatasi perpecahan dalam negeri, menciptakan keamanan ekonomi, membatasi penyebaran Covid-19, memulihkan integritas sistem politik dan demokrasi di AS, menarik pasukan dari Timteng, menghentikan perang Saudi Yaman, melawan kebangkitan China, menghadang ambisi Presiden Rusia Vladimir Putin yang dia anggap sebagai musuh terbesar, dan menahan Iran dengan kemungkinan kembali kepada kesepakatan nuklir.

Di sisi lain, ada misteri besar mengenai langkah yang akan ditempuh oleh lawannya yang kalah pilpres, Donald Trump, setelah nanti keluar secara sukarela ataupun diusir dari Gedung Putih.

Jelas bahwa deretan misi itu sangat berat bagi Biden, apalagi di tengah carut marut situasi politik AS seperti yang terlihat sekarang. Trump yang pantang mengaku kalah dan bersikukuh mengaku sebagai pemenang bisa jadi bersama para pendukungnya akan melakukan tindakan-tindakan destruktif, mengingat besarnya kebencian dan kecenderungan mereka untuk balas dendam.

Trump tampaknya tidak akan tinggal diam, kecuali jika beberapa dakwaan terhadapnya dalam kasus pidana penipuan dan penggelapan pajak serta perolehan pinjaman secara ilegal dapat menyeratnya ke dalam penjara. Menurut banyak ahli hukum, kemungkinan itu ada dan tak kecil.

Kudu Biden dan kubu Trump sama-sama memiliki amunisi untuk saling serang yang mungkin terjadi dalam beberapa pekan atau bulan mendatang.

Trump bisa jadi akan mendirikan stasiun televisi atas namanya untuk menyerang mereka yang mengecewakan dan menjatuhkannya, mulai dari Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, yang telah diberinya banyak hadiah antara lain blokade Palestina dan aneksasi Quds (Yerussalem) namun sama sekali tak pernah memberikan pernyataan dukungan kepada Trump selama masa kampanye pilpres AS, hingga para tokoh terkemuka Partai Republik yang menentangnya, termasuk George W. Bush, John Bolton, Colin Powell, para jenderal purnawirawan, dan banyak lagi.

Usai diumumkan  menang, Biden berjanji untuk mempersatukan AS dan menjadi presiden bagi semua orang di negara ini. Tapi janji tak jarang jauh dari kenyataan. Para pendukung Trump yang ideologis dan cenderung rasis serta mewakili hampir separuh orang AS tidak akan menerima kepemimpinan orang yang mereka anggap telah menjatuhkan pemimpin mereka secara curang dalam pilpres 2020.

Di tengah polarisasi itu, kaum Yahudi adalah pihak yang sangat cerdik, berbeda dengan para pemimpin Arab yang telah menyerahkan miliaran dananya kepada Trump. Kaum Yahudi membelah diri dalam dua kubu; pertama, orang-orang Israel yang memberikan dukungan teoritis kepada Trump secara jarak jauh; kedua, Yahudi AS yang memberikan 77 persen suara mereka kepada Biden sehingga akan mereka jadikan sebagai kartu penekan, dan Netanyahupun belakangan memperlihatkan pengkhianatan secara dramatis ketika menyambut kemenangan Biden dengan menyebutnya sebagai sahabat karib sejak puluhan tahun silam.

Terlepas dari itu, bisa jadi akan ada dua kejutan besar dalam empat tahun periode kepresidenan Biden;

Pertama, Washington akan mengajukan laporan-laporan mengenai kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi yang selama ini ditutup-tutupi oleh Trump serta dokumen-dokumen yang disodorkan oleh Saad Al-Jabri, mantan intelijen Saudi dan asisten mantan putra mahkota Pangeran Mohamed bin Nayef, yang kabur ke AS, mengenai rahasia di balik hubungan Trump dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman serta kasus-kasus korupsi dan pelanggaran HAM.

Kedua, Trump melalui kanal televisi barunya, bisa jadi menebar isu-isu skandal keuangan dan moral untuk menekan lawannya, mulai dari Biden dan keluarganya, kemudian para tokoh Republik yang meninggalkannya, hingga Netanyahu yang dianggapnya telah berkhianat, sebagaimana disebutkan dalam beberapa laporan bahwa Trump sangat kecewa dan marah besar atas pengkhianatan itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Korut Kim Jong-un belum dikabarkan telah melayangkan ucapan selamat kepada Biden, sementara Raja Salman dari Saudi dan putranya, Mohamed bin Salman, baru melayangkannya sehari setelah Biden dikabarkan sebagai pemenang. Masing-masing tentu memiliki alasan dan faktornya sendiri, yang semuanya akan memberikan sketsa pada kebijakan dan konstalasi politik luar negeri presiden baru AS.

Alhasil, AS akan beranjak dari pemilu ini dengan kondisi babak belur akibat perpecahan etnis, ideologis, dan ras yang sulit ditangani atau dijembatani. Kerusakan yang disebabkan oleh empat tahun kekuasaan Trump terlampau besar untuk dikalkuasi, dan krisis AS sekarang memasuki fase baru yang lebih krusial. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account