Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Hagia Sophia Jadi Masjid, Akankah Picu Perpecahan Antar Agama?

Published 13/07/2020 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com—Baru-baru ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan untuk mengubah status museum Hagia Sophia menjadi masjid. Keputusan besar atas ikon Istambul ini pun menuai kritik internasional, terutama dari para pemuka agama Kristen. Akankah keputusan ini malah memicu perpecahan antar agama?

Bangunan kolosal Hagia Sophia dibangun pada abad keenam sebagai katedral Kristen, kemudian diubah menjadi masjid oleh Ottoman ketika mereka menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453. Pada tahun 1934, pemerintah sekuler yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Ataturk, bapak pendiri negara Turki modern, memutuskan untuk menjadikannya museum.

Pada tanggal 10 Juli lalu, pengadilan Turki membatalkan status museum itu. Kemudian, Presiden Recep Tayyip Erdogan pun mengeluarkan dekrit untuk menjadikan Situs Warisan Dunia UNESCO itu sebagai masjid. Diharapkan, azan pertama akan berkumandang dari Hagia Sophia pada 24 Juli mendatang.

Akibat keputusan ini, para pemuka agama Kristen mengungkapkan kekecewaan, salah satunya Paus Fransiskus.

“Saya sedang memikirkan Hagia Sophia. Saya sangat tertekan,” ucap Paus dalam sebuah pernyataan singkat dalam ibadah hari Minggu.

Sebelumnya, Dewan Gereja Dunia yang terdiri dari berbagai institusi Protestan, Ortodoks, dan Anglikan, juga menyatakan “kesedihan dan kekecewaan” atas keputusan tersebut. Menurut mereka Hagia Sophia telah menjadi “tempat keterbukaan, pertemuan dan inspirasi untuk orang-orang dari semua bangsa,”

Sementara itu, Gereja Ortodoks Rusia mengkritik pemerintah Turki karena “bermain politik” dalam mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid.

Segala kecaman ini punya alasan yang kuat. Hagia Sophia sebelumnya merupakan simbol keharmonisan antar agama Kristen dan Islam. Di sana, mosaik Bunda Maria yang sedang menggendong bayi Yesus diapit oleh kaligrafi Allah dan Muhammad tepat di atas mimbar. Arsitektur khas ini telah menembus batas-batas agama dan mendorong toleransi antar umat.

Namun, sebagaimana dilaporkan Greek City Times, kini pemerintah Turki berencana menutup gambar Yesus, Bunda Maria, dan santo di Hagia Sophia dengan teknologi dan pencahayaan khusus. Karpet akan digelar di lantai dan diterangi sehingga menggelapkan ruangan agar gambar tokoh Kristiani tidak terlihat. Hal tersebut dilakukan agar umat Muslim dapat beribadah dengan tenang di sana.

Terlepas dari kecurigaan adanya “permainan politik” dalam pengubahan status ini seperti yang diungkapkan oleh Gereja Ortodoks Rusia, keputusan ini secara tak lengsung telah mencemarkan nama Islam sebagai agama yang suka “memaksa” dan tidak toleran. Ungkapan kekecewaan Paus Fransiskus dan Dewan Gereja Dunia adalah indikasi awal atas potensi perpecahan yang mungkin saja terjadi. Tentu langkah pemerintah Turki ini patut disayangkan ketika persatuan dan keharmonisan sedang sangat kita perlukan di tengah krisis pandemi global saat ini. (ra/)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account