Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Megawati Galang Petisi Tuntut SBY

Published 27/01/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Mega-SBYJakarta, liputanislam.com — Angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Indonesia masih tinggi. Alih-alih bisa ditekan, justru AKI semakin meningkat setiap tahunnya.

Menurut laporan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 2007 AKI mencapai 228 korban jiwa per 100 ribu. Pada tahun 2012, AKI meningkat ke angka 357 korban jiwa per 100 ribu. Artinya, lebih kurang 14 ribu ibu meninggal karena melahirkan setiap tahunnya.

Masih tingginya AKI ini memicu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggalang petisi yang mendesak pemerintah untuk mengatasinya. Megawati menggalang petisi tersebut lewat situs perubahan, change.org.

“Saya Megawati Soekarnoputri meminta Presiden SBY agar menjadikan ini prioritas pada tahun 2014,”  kata Mega dalam petisinya.

Mega mengatakan lebih kurang 14 ribu ibu di Indonesia meninggal karena melahirkan setiap tahun. Artinya, Indonesia memiliki jumlah AKI tertinggi di ASEAN. Singapura mencatat AKI paling rendah, hanya 3/100 ribu, disusul Malaysia dengan 5/100 ribu, Thailand dengan 8/100 ribu, dan Vietnam dengan 50/100 ribu.

Presiden RI periode 2001-2004 ini mencontohkan kasus kematian yang merenggut Julia Siska Makatey saat berjuang untuk melahirkan bayi yang telah dikandungnya selama kurang lebih 9 bulan di penghujung tahun 2013 lalu hanya salah satu contoh ibu yang mati melahirkan. Terlepas dari simpang siur penyebab kematian Siska karena kasus malpraktik dokter yang menanganinya, Siska nyata mengalami keterlambatan penanganan hingga nyawa menjadi pertaruhan terakhir. Ada ratusan ibu lain yang juga mengalami nasib serupa. Harusnya ibu melahirkan tidak boleh mati!

Dalam petisinya Megawati juga meminta Presiden SBY memerintahkan dengan tegas para jajaran aparatur negara untuk aktif mengatasi tinggi AKI. Presiden SBY harus mendorong lembaga legislatif membuat kebijakan tanggap darurat penunuran AKI, mendorong Kementerian Kesehatan menekan AKI dengan menyiapkan infrastruktur yang tanggap ibu hamil dan ibu melahirkan, dan meminta kepala daerah menjadikan penurunan AKI sebagai agenda prioritas utama.

Sampai pukul 17.15 WIB tadi, petisi yang digalang Megawati mendapat 33 pendukung, yang salah satunya datang dari aktivis perempuan, Musdah Mulia.

“Bantu saya menandatangani sekaligus sebarkan petisi ini, agar lahir perubahan konkret dan positif mengurangi kematian ibu melahirkan di Indonesia, karena ibu melahirkan tidak harus mati!” tulis Mega dalam petisinya.(ca/rakyatmerdekaonline.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account