Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

PBNU: Sebaiknya Salat Jumat Tetap Dilaksanakan Satu Waktu

Published 03/06/2020 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Sumber: detik.com

Jakarta, Liputanislam.com– Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU), KH Masduki Baidlowi mengatakan bahwa pelaksanaan salat Jumat sebaiknya tetap dilaksanakan dalam satu waktu, tanpa gelombang. Hal itu disampaikan Kiai Masduki menanggapi akan diterapkannya keadaan new normal dan kemungkinan beberapa masjid akan melaksanakan salat Jumat secara bergelombang sebagai protokol kesehatan di masa wabah.

“Memang kalau MUI DKI membolehkan begitu, tapi sebaiknya menurut kami PBNU, lebih baik dilakukan secara bersamaan jika memang masih memungkinkan secara tempat. Jadi walaupun ada pendemi seperti ini kami sarankan untuk melakukan salat Jumat di waktu yang bersamaan,” ucapnya di Jakarta pada Rabu (3/6).

Menurutnya, salat Jumat dapat dilakukan dalam satu waktu dan tetap menjaga protokol kesehatan. Keterbatasan daya tampung masjid dapat diatasi dengan cara memanfaatkan tempat lain. “masih terdapat tempat lain yang dapat dimanfaatkan, maka salat Jumat lebih baik dilaksanakan dalam satu waktu, meski dilakukan di tempat yang berbeda,” katanya.

Misalnya suatu masjid yang asal mulanya bisa menampung 100 orang, tapi karena adanya social distancing jadi hanya mampu menampung 50 orang saja, lantas 50 orang sisanya dapat mencari tempat lain, di lapangan misalnya, untuk melaksanakan salat Jumat di saat itu juga (waktu yang sama).

Berbeda dengan ditempat industri, lanjut Kiai Masduki, yang tidak bisa dilaksanakan secara bersamaan maka bisa dilakukan secara bergelombang, atau di daerah minoritas Muslim dimana tempat untuk beribadah sangat terbatas, maka bisa dilakukan secara bergelombang. Jadi tingkat kedaruratannya itu sangat kontekstual.

Sejalan dengan itu, Fatwa MUI Pusat Nomor 5/MUNAS VI/MUI/2000 tentang Pelaksanaan Salat Jumat Dua Gelombang menimbang pelaksanaan Salat Jumat dua gelombang atau lebih dari satu kali boleh dilakukan di industri yang sistem operasionalnya bersifat nonstop 24 jam. Muslim yang bekerja di industri tersebut tidak dapat melaksanakan salat Jumat, kecuali jika dilakukan dengan dua gelombang.

Kiai Masduki juga tetap mengingatkan fatwa lain MUI  nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah di tengah wabah Covid-19 pada 16 Maret 2020. Dimana salat Jumat dapat diganti dengan salat Dzuhur di tempat kediaman, karena salat Jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang, sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal.

Baca: Jokowi: Rencana Masjid Istiqlal Dibuka Bulan Juli

“Dan sebenarnya kalau posisinya masih zona merah, maka masih berlaku fatwa yang membolehkan untuk tidak salat Jumat dulu karena tingkat bahayanya masih tinggi,” tandasnya. (aw/republika).

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nasional

Masuki Usia 15 Tahun, Organisasi ABI Rilis Siaran Pers Refleksikan Peneguhan Komitmen Kebangsaan

By Muhammad
Nasional

Belajar Isu Palestina Bersama Pakar Timur Tengah di Workshop Free Palestine Network 

By Rachel
Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account