Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Internasional

Peringatan Hari Tahanan Palestina, Ini Kisah Pilu Tahanan Usia 14 Tahun

Published 17/04/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Istabraq Noor

Ramallah, LiputanIslam.com—Hari ini, Jumat (17/4), merupakan Hari Tahanan Palestina. Ketika banyak warga Palestina di seluruh dunia saling berbagi rasa pilu atas hari ini, demikian pula dengan Istabraq Noor yang tak dapat menghilangkan ingatannya yang mengerikan di penjara Israel ketika dia masih di bawah umur.

Orang-orang yang berhasil bebas dari penjara Israel pasti dipenuhi dengan kisah-kisah kelam tentang penyiksaan. Ketika Istabraq Noor dibawa ke penjara pada tanggal 21 Oktober 2015 di usia 14 tahun, ia juga tidak yakin bisa kembali hidup-hidup.

“Tentara Israel pertama menembak dan melukai saya. Kemudian mereka menyeret saya melalui jalur gunung yang berbahaya. Para pemukim Yahudi berusaha merebut saya dari tentara. Saya pikir itu adalah akhir hidup saya,” tuturnya ketika berusaha menggambarkan momen awal penahanannya.

Noor ditangkap di desa pegunungan di Madama yang dekat dengan pemukiman Yahudi bernama Yitzhar. Menurut laporan media, tentara Israel menembak Noor karena menduga ia hendak melukai penduduk Israel. Padahal, dalam kejadian itu, Istabraq adalah satu-satunya orang yang terluka.

“Para tentara memukuli saya dengan keras sementara luka peluru terus mengeluarkan darah. Mereka meneriaki saya sambil menghina,” katanya.

Istabrq pun pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit Schneider dekat kota Jaffa. Ketika ia sadar, dia tengah diborgol dan pergelangan kakinya diikat ke tempat tidur dengan rantai.

“Petugas wanita yang mengawal saya, melemparkan penghinaan rasis yang provokatif, mencemooh saya dan memainkan lagu-lagu yang menggambarkan penderitaan anak-anak Palestina di bawah penjajahan untuk membuat saya jengkel,” katanya.

Selama masa penahanan, Noor berkali-kali dipindahkan ke rumah sakit dengan borgol, rantai di pergelangan kaki dan didampingi oleh Unit Nahshon dari Angkatan Darat Israel yang bertanggung jawab untuk mengawal para tahanan.

“Warga Israel di rumah sakit itu terus menghina saya dan membuat komentar rasis,” kisahnya kepada kantor berita Anadolu.

Noor menambahkan, selama ia diinterogasi di rumah sakit, petugas intelijen Israel mengancam akan menahan keluarganya dan menghancurkan rumahnya. Kerudungnya juga disita dan baru dikembalikan setelah 40 hari. “Saya dipaksa untuk menjalani inspeksi telanjang, kepala penjara melepas perban [luka]. Itu tidak hanya berbahaya secara medis, tetapi juga mempermalukan saya,” tuturnya getir.

Setelah menghabiskan 40 hari di sel isolasi, dia dipindahkan ke Penjara Hasharon pada awal Desember 2015 di tengah musim dingin yang membeku. Dia ditempatkan di sel berisi 15 remaja dan 30 orang dewasa.

Ayah dan saudara perempuan Noor baru diizinkan untuk berkunjung setelah enam bulan penahanan. Ibunya terus ditolak berkunjung selama 20 bulan.

“Paman saya yang baru berusia 18 tahun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sepanjang penahanan saya, dia terus mengirimi saya surat berisi pesan agar saya tetap sabar dan tidak pernah berhenti bermimpi,” katanya. Menurutnya, mimpi adalah sahabat  terbaik bagi para tahanan.

Pada malam terakhirnya di penjara, Noor menerima surat perpisahan dan souvenir buatan tangan dari para teman napinya. Hadiah-hasih tersebut merupakan harta tak ternilai baginya.

Sejak 1967, pasukan Israel telah menangkap lebih dari 13.000 wanita Palestina. Selama periode 2015-2016, lebih dari 20 gadis remaja ditangkap dari berbagai pos pemeriksaan militer.  Di pusat tahanan Al-Damon dekat Haifa, 16 tahanan wanita adalah ibu-ibu, 12 adalah pasien dengan penyakit kronis, dan 8 ditembak ketika ditangkap oleh para tentara. (ra/aa.com.tr)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account