Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Traveling

Mengenal Tuhan di Bulan Surga

Published 24/05/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE
Foto: Afifah Ahmad
Foto: Afifah Ahmad

Ordibehehesht, bulan surga. Begitulah orang Iran menyebut bulan kedua di musim semi. Angin semilir dan matahari hangat membuat orang betah berlama-lama di luar rumah. Tapi, kepadatan manusia siang itu membuat angin seolah tak berhembus dan sinar matahari terasa lebih garang. Mereka berdesakan mencari surga lain, surga buku. Ya, pameran buku internasional Teheran memang selalu digelar di bulan kedua musim semi, atau bulan Mei seperti sekarang ini.

Kepadatan mulai terlihat sejak di pintu keluar metro Mushalla Imam. Lautan manusia kian terlihat membludak di pintu masuk, siap memadati lorong-lorong stand. Ada lebih dari 2000 penerbit luar dan dan dalam negeri di ajang pameran buku ke 27 kali ini. Beberapa petugas terlihat membagikan peta lokasi. Namun, area yang sangat luas dengan ribuan penerbit, membuat pengunjung harus pintar-pintar mengatur prioritas. Untungnya, di halaman utama gedung pameran, dibangun ruangan besar bertenda. Dari kejauhan terlihat tulisan, Salan (Aula) Yas. Aula Yas ini, semacam ruang katalog yang memuat buku-buku terpopuler dan terpilih tahun ini.

Foto: Afifah Ahmad
Foto: Afifah Ahmad

Pengaturan tempatnya pun sudah berdasarkan tema, dari filsafat, agama, sosial, politik, sastra, juga anak. Bila tahun-tahun sebelumnya, saya sering merasa kelelahan sebelum sempat mendapat buku yang dicari. Sekarang, dengan adanya ruangan katalog seperti ini, pengunjung sangat terbantu. Karena buku yang saya cari genre anak-anak, saya langsung melangkah ke bagian anak.

Rasanya seperti gayung bersambut. Buku-buku yang kebetulan saya cari, hampir tersaji semua di depan mata. Buku-buku mengenal Tuhan untuk anak-anak dengan ilustrasi yang sangat menarik.

Foto: Afifah Ahmad
Foto: Afifah Ahmad

Akhir-akhir ini, putra saya sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan filosofis. Mulai dari “Kenapa Tuhan menciptakan manusia cacat?” “Kok Allah membuatku laki-laki, bukan perempuan?” “Mengapa harus ada gunung meletus dan gempa? Kan kasian banyak orang mati” “Kemana kita kalau sudah mati?” Dan pertanyaan lainnya. Semua itu, membuat saya kembali berpikir mencari jawaban alternatif yang pas dan bisa diterima anak-anak. Dan buku dengan ilustrasi bagus, akan lebih cepat membantu memberikan pemahaman pada anak.

Tidak hanya saya yang langsung jatuh cinta, putra saya pun semangat sekali minta dibelikan. Petugas dengan ramah menghampiri kami. Ia menjelaskan, stand ini tidak melayani pembelian. Kami harus mengunjungi stand penerbitnya langsung, di bagian anak-anak. Stand buku anak sendiri tidak kecil. Ada puluhan penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku anak. Berkelililing satu putaran saja, kaki sudah terasa pegal. Sambil melihat-lihat stand buku lainnya, saya terus mengingat judul buku dan nama penerbitnya.

Foto: Afifah Ahmad
Foto: Afifah Ahmad

Begitu tiba di depan stand yang dimaksud, saya langsung dibuat terpana oleh tulisan besar-besar yang terpampang di bagian atas. “Khane-e Khoda Shenashi Kudakan.” Kira-kira terjemahnya, rumah tempat anak-anak mengenal Tuhan. Dari penamaannya saja sudah menarik minat pengunjung. Benar saja, di dalam ruangan pengunjung tak henti terus berdatangan. Saya sendiri cukup terpana melihat ada hampir 100 buku anak yang bertema khusus ketuhanan. Lini penerbit anak ini memang sangat fokus.

Foto: Afifah Ahmad
Foto: Afifah Ahmad

Sebelum kalap melihat buku-buku bagus itu, saya segera menyeleksi beberapa yang memang saya perlukan. Ada buku seri mengenal Tuhan bilingual (Farsi dan Inggris) yang cukup menarik. Bukunya tipis tapi full color dengan gaya penuturan yang menyenangkan. Asyiknya lagi, buku-buku ini juga mengajarkan anak untuk memahami agama secara inklusif. Misalnya pada seri Speak with God, anak-anak diajak untuk safar imajiner ke berbagai negara. “Kalau kamu pergi ke Jerman. Di sana, kamu juga akan melihat anak kecil yang berdoa dan memanggil Tuhan dengan bahasa Jerman” Dengan begitu, anak-anak bisa belajar, bahwa Tuhan itu juga milik semua orang di seluruh dunia.

Ada buku lain juga yang sangat menarik minat saya, judulnya: Khoda Ci, Kie, Ku? (Tuhan itu, Apa, Siapa, Dimana?). Ternyata, saat mengantri di kasir, saya perhatikan rata-rata pengunjung membeli buku ini. Ukuran bukunya memang besar dengan sampul mewah. Tapi, daya tarik buku sebenarnya ada pada isi. Buku ini memuat 20 pertanyaan menarik tentang Tuhan dalam bahasa syair yang berirama, sehingga lebih melekat di hati anak. Di halaman samping juga diberikan penjelasan dengan perumpamaan yang mudah dimengerti anak.

Foto: Afifah Ahmad
Foto: Afifah Ahmad

Misalnya, untuk menjelaskan bahwa Tuhan itu ada di semua tempat, penulis berilustrasi: “Seandainya oksigen itu hanya ada di rumah, kita harus selalu di rumah dong. Kalau kita keluar rumah, sudah barang tentu kita gak bisa bernafas. Untunglah, oksigen itu ada di rumah dan ada di semua tempat. Begitu juga Tuhan itu ada di semua tempat”

Rasanya saya tidak ingin beranjak keluar berada diantara buku-buku anak yang bagus dengan harga yang masih terjangkau. Benar-benar surga buku anak. Di sini, beberapa buku genre khusus memang masih disubsidi oleh pemerintah, seperti harga buku pelajaran dan buku anak Islam. Sehingga penerbit bisa membayar tinggi penulis tapi harga jual buku tetap terjangkau. Semoga ini menginspirasi dunia penerbitan di tanah air. Mengingat betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai ketauhidan sedini mungkin. Terlebih sekarang ini, ketika kerusakan morak dan akhlak kian merajalela di depan mata kita. (Afifah Ahmad/LiputanIslam.com)

*Penulis adalah travel-writer, pernah menerbitkan buku berjudul “The Road to Persia”, tinggal di Teheran

 

—–

Redaksi menerima tulisan traveling dari luar Indonesia, silahkan kontak [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Traveling

Wisatawan Batalkan Pesanan Hotel Gara-Gara Hoax Jogja Merah

By Rachel
Traveling

Taman Nasional Karimunjawa Dibuka 16 Oktober, Lihat Syarat Kunjungannya!

By Rachel
Traveling

Mengenal Virtual Tour, Jalan-Jalan Digital di Masa Pandemi

By Rachel
Traveling

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Destinasi Baru yang Mempesona

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account