red tower dari teras castle

red tower dari teras castle

Melancong ke negara Turki, sempatkanlah untuk menjejakan kaki di kota kecil yang berada di daerah pesisir Mediterania, tepatnya di provinsi Antalya. Kota tersebut adalah Alanya. Dalam sejarahnya, Alanya sempat menjadi saksi beberapa peradaban yang mendudukinya. Berpindah tangan dari kerajaan satu ke kerajaan yang lainnya. Termasuk salah satu kerajaan terbesar yang pernah berkuasa di Turki yaitu Kerajaan Selçuk. Menurut salah satu riwayat, Kerajaan Selçuk adalah kerajaan yang membawa Islam ke Turki bagian Anatolia.

Kerajaan Selçuk berhasil merebut Kolonoros (nama kota pada masa itu), penaklukan kota ini dipimpin oleh Sultan Alaaddin Keykubat I. Kemudian kota ini diberi nama Alaiye (sesuai dengan nama sultan). Bagaimana kota ini bisa berganti nama menjadi Alanya. Cerita punya cerita, ketika Ataturk datang ke Alaiye, terdapat kesalahan huruf saat mengirim telegraf. Yang mana kota ini berubah nama menjadi Alanya.

tersanye alanya

tersanye alanya

Setelah penaklukan kota, Sultan memerintahkan untuk membangun Red Tower. Sebuah bangunan pertahanan yang menjadi salah satu contoh terbaik dari arsitektur militer abad pertengahan. Red Tower merupakan bangunan berbentuk oktagon dengan tinggi 33 meter, diarsiteki oleh Kettanizade Eburrahaoglu Halepli Ebu Ali. Menara ini memiliki beberapa lantai. Lantai pertama adalah museum. Dan di lantai paling atas, Anda dapat melihat pemandangan Alanya yang sangat indah. Lantai 2, 3, dan 4 merupakan ruang terbuka. Di lantai 3 sering digunakan untuk pagelaran konser musik seperti konser musik klasik atau jazz. Untuk dapat masuk ke Red Tower, Anda harus merogoh kocek sebesar 3,5 TL.

Waktu awal-awal saya berada di Alanya (tahun 2005), saya mengunjungi tempat ini. Kata suami di dalamnya dipamerkan berbagai senjata. Saat berada di dalam, tak terlihat satupun senjata-senjata itu. Rupanya yang dipamerkan di dalam museum telah berubah. Hanya ada benda-benda bersejarah lain, selain senjata tentunya yang dipamerkan. Saya pun naik ke lantai paling atas dengan menapaki anak-anak tangga yang sangat banyak dan sempit. Tak sempat menghitung berapa anak tangga yang ada karena banyak orang yang turun naik sehingga mengganggu konsentrasi. Dan yang pasti karena sempitnya, tak bisa dijadikan tangga dua arah. Jika ada yang naik, maka yang akan turun harus menunggu sebentar. Begitu pun sebaliknya. Ketika sampai di lantai paling atas, rasa lelah akan sedikit terlupakan. Karena Anda akan disajikan pemandangan yang sangat indah.

red tower dari jarak dekat

red tower dari jarak dekat

Selain itu, sultan pun memerintahkan untuk membangun Tersane (galangan kapal). Pembangunan Tersane ini untuk mewujudkan impian Sultan menjadi Sultan Dua Lautan (The Sultan of Two Seas). Dari kejauhan terlihat 5 lubang menempel di bawah Alanya Castle, itulah tersane si lima mata. Setiap lubangnya berhubungan satu sama lain.di dalam tersane terdapat mesjid kecil, dalam bahasa kita adalah mushola. Pada saat dilakukan restorasi tahun lalu, di dinding mushola tersebut ditemukan adanya lukisan dinding Zulfikar. Zulfikar adalah pedangnya sahabat Rasul yaitu Ali bin Abi Thalib. Belum diketahui pada era mana lukisan itu dibuat. Apakah sejak era Selçuk atau pada era Ottoman dibuatnya. Karena tersana ini pun sangat difungsikan pada masa Ottoman.

Kita bisa masuk ke dalam tersane ini dengan membayar tiket masuk sebesar 3,5 TL . Baru tahun lalu tersane dibuka untuk umum. Yang mana sudah dipasang platform sehingga pengunjung bisa masuk ke dalam dan berjalan menyusuri platform tersebut. Sebelumnya orang-orang hanya bisa melihat tersane dari kejauhan. Atau melihat dari dekat di laut ketika mengikuti tur perahu.

tersane si lima mata

tersane si lima mata

Untuk mencapai kedua tempat wisata ini mudah saja. Dari pusat kota Anda dapat berjalan kaki ke arah pelabuhan sejauh kurang lebih 1 km. Meskipun berjalan sejauh 1 km tapi Anda dijamin tidak akan merasakan capek. Karena perjalanan Anda akan melewati deretan toko-toko yang akan mengundang mata Anda untuk window shopping. Atau bahkan akan mengundang uang Anda untuk keluar dari dompet 😀

Jika Anda merasa lelah setelah naik turun tangga di Red Tower, Anda dapat bersantai di Çay Bahçesi yang terdapat di dekat sana. Çay Bahçesi (Tea Garden) adalah istilah nama tempat untuk minum teh. Jadi jangan mengira kalau tempat itu adalah kebun teh seperti yang terdapat di puncak. Di sana Anda dapat duduk-duduk sambil menikmati pemandangan laut dengan hembusan semilir angin laut dan meminum secangkir teh Turki (çay). Selain teh Turki yang adalah teh hitam, Anda pun dapat memesan teh lainnya seperti ada çayı (island tea), kuşburnu çayı (rosehip tea), dan elma çayı (apple tea).

teh turki

teh turki

Çay akan disajikan dalam gelas teh yang unik. Gelas ini mirip dengan bunga tulip. Orang Turki tidak cukup hanya dengan menikmati segelas teh tersebut. Mereka akan tambah lagi dan tambah lagi. Dapat dipastikan karena ukuran gelas yang kecil yang membuat tidak kenyang meminumnya.

Jika Anda di Alanya sempat berbelanja di toko-toko di pusat perbelanjaan yang ada (di pusat kota, di dekat pelabuhan, atau di pusat perbelanjaan lainnya), pemilik toko akan menawari Anda untuk meminum teh. Jangan takut untuk disuruh membayar untuk teh tersebut karena tawaran minum teh itu adalah gratis. Semua pemilik toko akan melakukan hal yang sama ketika Anda berbelanja di toko mereka. Dan di akhir kunjungan pemilik toko akan berucap, “Datanglah ke sini lagi meskipun hanya untuk minum teh bersama”.(Dian Akbas/LiputanIslam.com)

 

(Dian Akbas adalah penulis buku “Muslimah Mompreneur” dan “Womenpreneur Checklist” dan pemilik blog www.turkiyeandmylife.blogspot.com. Buku terbarunya tentang wisata Turki “BEST OF TURKI” akan segera terbit di Indonesia. Berdomisili di Alanya, Turki.)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL