Penyambutan tamu di DESA GUGJEH (3)

Penyambutan tamu di DESA GUGJEH, Foto: Syarief

Golestan adalah salah satu dari 30 provinsi di Republik Islam Iran. Provinsi ini terletak di bagian utara Iran. Ibu kota provinsi ini adalah kota Gorgan.  Terdapat beberapa kaum di provinsi ini, di antaranya yang terbesar adalah kaum Persia dan kaum Turkmen. Bahasa yang digunakannya pun sesuai dengan kaumnya.

Yang harus dicontoh dari provinsi ini adalah Persaudaraan dan persatuan yang sangat baik di antara dua mazhab besar dalam Islam, Sunni dan Syiah. Sekitar 34% masyarakat provinsi Golestan bermazhab Hanafi, yang kebanyakan penganutnya dari kaum Turkmen dan tersebar di kota Aqh Qhala, Bandar Tukmen, Gonbad Kavus, Marvare tape dan Gomishan. Salah satu desa yang sudah saya kunjungi adalah desa Gugjeh.

Travelling iran Penyambutan tamu di DESA GUGJEH (1)

Penyambutan tamu di DESA GUGJEH, Foto: Syarief

Setelah selesai menelusuri Dinding Besar Gorgan, selanjutnya bis terus membawa kami melewati bukit-bukit pegunungan. Sekitar pukul 3 siang, kami sampai di desa Gugjeh. Bis berhenti di dekat sebuah masjid dengan nama Masjid Hadhrat Abu Bakr as Shidiq ra. Suasana sungguh sangat ramai, warga desa ternyata telah siap menyambut kami dengan adat penyambutan ala Turkmen.

Pertama-tama, kepala desa mengucapkan do’a dan ucapan selamat datang, kemudian masyarakat yang lainnya membawa senampan roti Turkmen dengan bunga di sekitarnya dan ditemani dua gadis berbusana Turkmen. Kemudian semuanya bershalawat kepada Nabi Saw dan satu persatu mengambil roti tersebut dan memasuki masjid. Sambutan warga desa sungguh sangat hangat sekali. Perlu diketahui adalah seluruh warga desa ini adalah Sunni sedangkan para tamunya bermazhab Syiah. Keakraban dua mazhab besar ini sungguh sangat terasa.

Traveling iran DESA GUGJEH (7)Acara di dalam masjid adalah sambutan-sambutan, sambutan pertama dari pihak tuan rumah diwakili oleh Kepala Desa dan  dari pihak tamu oleh pejabat Walikota. Salah satu pesan sambutan yang masih saya ingat adalah ,“Provinsi Golestan harusnya bisa menjadi contoh untuk kota atau negara yang lainnya, contoh bahwa Sunni dan Syiah bisa bersatu dalam kerukunan, keakraban dan persaudaraan. Sunni dan Syiah bisa bersatu, sebagai mana bersatunya kami di sini,”demikian ucapnya.

Travelling Iran Masjid Abu Bakr Shidq ra

Masjid Abu Bakr Shidq ra, Foto: Syarief

“Perbedaan adalah rahmat dan kami di sini sekarang sedang saling berkasih sayang. Justru yang harus kita lakukan sekarang adalah bersatu melawan musuh Islam,” tambahnya. Setelah selesai sambutan-sambutan, acara diteruskan dengan shalat berjamaah dan makan siang dengan menu khas Turkmen. Yaitu nasi kuning yang ditaburi daging ayam.

Setelah itu, rombongan tamu membagi-bagikan bingkisan kepada anak-anak kecil warga desa dan akhirnya kami harus berpamitan dengan warga desa Gugjeh. Saya pun berharap, semoga persatuan Sunni-Syiah tidak hanya saya temukan di desa ini, di negeri ini, namun juga di negeri-negeri lainnya di seluruh dunia.

Travelling iran Makan Bersama di Masjid Abu Bakr Ra

Makan Bersama di Masjid Abu Bakr Ra, Foto: Syarief

Kami menaiki bis, namun ternyata di sini juga kami harus berpisah dengan rombongan yang lainnya karena acara hari ini telah selesai. Namun mas’ul dari jami’ah kami, membawa kami ke tempat bersejarah lainnya di provinsi Golestan ini. Yaitu Gonbad e Qabus.

Gonbad e Qabus

Gonbad-e Qabus adalah salah satu bangunan bersejarah di Iran yang tepatnya berada di kota Gonbad-e Kāvus, Provinsi Golestan utara Iran. Bangunan ini dibangun sekitar abad keempat hijriah. Tinggi bangunan ini adalah 70 meter dan termasuk bangunan tanah liat tertinggi di dunia. Berdasarkan penjelasan yang tertulis di prasasti Gonbad-e Qabus, bangunan ini dibangun oleh Amir Shams al-Ma’ali tahun 397 H (1006 M) dan pembangunannya memerlukan waktu selama lima tahun.

travelling iran GONBAD-E QABUS (1)

GONBAD-E QABUS, Foto: Syarief

Ketinggian Gonbad-e Qabus hingga di bawah kerucut mencapai 37 meter dan ketinggian kubahnya mencapai 18 meter. Total ketinggian bangungan ini mencapai 55 meter. Jika kita tambahkan dengan tanah yang dijadikan landasannya maka ketinggian Gonbad-e Qabus bisa mencapai 70 meter. Di sekitar bangunan ini terdapat taman yang cukup luas yang bisa dipakai untuk berekreasi bersama keluarga, duduk-duduk menikmati pemandangan tingginya bangunan tua ini atau makan-makan bersama.

Sejumlah ornamen yang menghiasi Gonbad-e Qabus meski terlihat sederhana, namun indah dan menjadi contoh seni Islam. Seni kaligrafi berbentuk sabuk yang melingkari bangunan menggunakan tulisan Kufi. Adapun tulisannya adalah sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحیم هذ القصر العالی  الامیر شمس المعالی  الامیر ابن الامیر  قابوس بن وشمگیر   امر به نبائه فی حیاتی  سنه سبع و تسعين و ثلثماته قمریه  و سنه خمس و سبعین و ثلثماته

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Istana tinggi ini untuk Pangeran Syamsul Ma’ali, al-Amir bin al-Amir Qabus bin Wushmgir, memerintahkan untuk membangun itu selama hidupnya. Tahun 397 Hiriah dan tahun 375 Masehi”

GONBAD-E QABUS, Foto: Syarief

GONBAD-E QABUS, Foto: Syarief

Adapun bahan utama bangunan Gonbad-e Qabus adalah tanah liat dan akibat faktor iklim warna kapur serta tanah liat yang semula merah menjadi perunggu. Saat proses pembangunan karena tidak adanya teknologi modern, digunakanlah tanah liat yang dibangun seperti tangga melingkar dan ketika selesai proses pembangunan masih tersisa jelas tanah di sekitar bangunan yang menyerupai bukit.

Gonbad-e Qabus dibangun untuk dijadikan kuburan dan hal ini dijelaskan oleh prasasti yang ada. Arthur Pope dalam hal ini mengatakan,”Di sisi timur jajaran gunung al-Borz dan di samping hamparan padang pasir luas di Asia terdapat peninggalan bersejarah yang menunjukkan keagungan arsitektur Iran. Bangunan tersebut adalah Gonbad-e Qabus yang menjadi makam Qabus bin Voshmgir. Sebuah makam yang indah meski tidak memiliki hiasan dan ornamen.

Setelah selesai melihat-lihat, kami akhirnya pulang sekitar pukul 7 sore. Karena pertengahan musim semi, pukul 7 saat itu masih terang. Hari yang melelahkan, namun indah. (Syarief Hiedayat/LiputanIslam.com)

_______

Penulis adalah Mahasiswa Al-Musthafa International University, Branch Gorgan. Wawancara dengannya tentang kehidupan di Iran bisa dibaca di sini.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL