the guardian qatar-and-saudi-flagLondon, LiputanIslam.com – Surat kabar Inggris The Guardian dalam sebuah artikelnya menyatakan bahwa perang melawan teroris memerlukan penghentian dukungan Barat, khususnya Inggris, kepada Arab Saudi. Dalam artikel yang ditulis oleh Owen Jones itu disebutkan bahwa hubungan Barat dengan rezim-rezim diktator di Timur Tengah telah memainkan peranan keji di balik menggilanya ancaman teroris, dan Qatar adalah negara yang memiliki rekam jejak terburuk dalam kerjasama dengan Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan teroris.

“Untuk Perang Sesungguhnya Melawan Teroris, Hentikan Dukungan Kepada Arab Saudi,” tulis Jones untuk judul artikelnya dalam The Guardian edisi Ahad 31 Agustus 2014.

“Saudi memang telah menyumbang dana 100 juta Dolar AS untuk mendukung program perang Perserikatan Bangsa-Bangsa melawan teror. Selain itu mufti besar negara ini juga telah mengumumkan ISIS sebagai musuh nomor wahid, namun para radikal Salafi di seantero Timur Tengah telah mendapatkan dukungan ideologis dan materi dari dalam kerajaan Saudi sendiri. Menurut catatan Hillary Clinton (mantan Menteri Luar AS) yang bocor, donasi Saudi merupakan sumber pendanaan yang paling signifikan bagi kelompok-kelompok teroris Sunni di seluruh dunia,” tulisnya.

Mengenai Qatar, Jones menyinggung bukti-bukti yang dikemukakan majalah AS The Atlantic yang menunjukkan bahwa Qatar secara militer dan ekonomi telah menyumbang kelompok Front al-Nusra yang notabene cabang jaringan teroris al-Qaeda di Suriah. Menurutnya, Menteri Pembangunan Jerman Gerd Mueller kurang dari dua pekan lalu justru dilengserkan setelah menuding Qatar sebagai donatur kelompok radikal bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Memang tidak ada bukti bahwa rezim Qatar mendanai ISIS secara langsung, tapi itu pasti dilakukan oleh pribadi-pribadi yang sangat kuat dalam pemerintahan, dan senjata yang ditujukan kepada kelompok-kelompok jihadis tampaknya jatuh ke tangan mereka. Menurut memo yang diteken Hillary Clinton dan dirilis oleh Wikileaks, Qatar memiliki catatan terburuk dalam kerjasama kontra-terorisme dengan AS,” ungkap Jones.

Kolumnis muda Inggris kelahiran 1984 ini lantas menyayangkan ketidak tegasan Barat terhadap Qatar.

“Mana desakan Barat terhadap Qatar supaya berhenti mendanai terorisme internasional atau menyudahi keterlibatan dalam peningkatan kelompok-kelompok jihadis?” cecarnya.

Sebaliknya, lanjut Jones, Inggris malah mempersenjata kediktatoran Qatar dan menjual persenjataan, termasuk amunisi pengendali keramaian dan rudal, senilai jutaan Pound Sterling. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL