IRAQ-CONFLICTTikrit, LiputanIslam.com – Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin, Irak, akhirnya bebas total setelah sekian bulan dikuasai kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Wakil Ketua Komisi Keamanan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Salahuddin, Khalid al-Khazrai, menyatakan pasukan Irak berhasil menguasai sepenuhnya kota itu.

“Pasukan keamanan telah menguasai penuh kota Tikrit, sedangkan para anggota geng-geng teroris ISIS ada yang terbunuh dan ada pula yang kabur. Sebagian di antara mereka sekarang ada di luar kota,” ungkap al-Kazrai, Rabu (11/3/2015), sebagaimana dilansir Alalam.

Dia menambahkan, “Operasi pembebasan Tikrit telah dituntaskan dengan penuh gemilang dan dengan jumlah korban yang minim.”

Menurutnya, beberapa mobil berbahan peledak serta bom-bom aktif yang ditinggal ISIS di Tikrit akan segera ditangani oleh petugas.
Sementara itu, mengenai adanya aksi pembakaran rumah, anggota lain dari dewan yang sama, Khuz’al Hamad, mengatakan kepada al-Sumaria News bahwa yang menjadi sasaran aksi pembakaran adalah rumah-rumah yang diketahui sebagai milik para anggota ISIS.

Rumah-Rumah Anggota ISIS Dibakar

Mengenai adanya aksi pembakaran rumah, anggota lain dari dewan yang sama, Khuz’al Hamad, mengatakan kepada al-Sumaria News bahwa yang menjadi sasaran aksi pembakaran adalah rumah-rumah yang diketahui sebagai milik para anggota ISIS.

“Beberapa rumah yang menjadi sasaran aksi pembakaran adalah milik para anggota ISIS. Pembakaran dilakukan sebagai reaksi terhadap ulah para begundal itu terhadap penduduk setempat,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah melarang aksi pembakaran sedemikian rupa, namun kondisi di lapangan ternyata berkata lain.
“Sasaran operasi militer adalah ISIS dan orang-orang yang bersekongkol dengan ISIS. Penduduk provinsi (Salahuddin) lebih pintar daripada apa yang disiarkan oleh sebagian media,” lanjutnya.

ISIS Ledakkan Sumur Minyak

Al-Mayadeen melaporkan bahwa ISIS telah meledakkan sumur minyak di tenggara Tikrit menjelang pembebasan kota ini. Aksi peledakan itu mereka lakukan sebagai bentuk pelampiasan kekesalan atas kekalahan telak mereka di Tikrit dan berbagai kawasan lain di provinsi Salahuddin.

Peledakan dilakukan ketika Dewan Provinsi Salahuddin merilis pernyatan bahwa 90 persen wilayah Tikrit telah jatuh ke tangan pasukan dan relawan Irak. Saat itu pula pasukan kelompok-kelompok adat mengumumkan bahwa pusat kota Tikrit dan gedung kepolisian telah lepas dari tangan ISIS.

Wartawan Alalam Terluka

Wartawan Alalam Mostafa Mortadha cidera terkena ledakan peluru mortir saat meliput jalannya pertempuran bersama timnya di Tikrit. Dia segera dilarikan ke rumah sakit Salahuddin. Beberapa peralatan untuk siaran langsungnya juga mengalami kerusakan terkena serpihan mortir. Disebutkan bahwa sebanyak empat peluru mortir ISIS sengaja diarahkan ISIS terhadap kru TV satelit yang bermarkas di Iran tersebut.

Kru Alalam sejak awal operasi pembebasan Tikrit terus menyertai pasukan dan relawan Irak, dan sebelumnya juga pernah menjadi sasaran tembakan anggota ISIS, namun tidak sampai jatuh korban.

Pasukan keamanan Irak yang didukung relawan al-Hasyd al-Sakbi dan kelompok-kelompok pasukan adat setempat berhasil merebut kembali kota Tikrit setelah berhasil membebaskan sebagian besar wilayah provinsi Salahuddin dalam waktu cepat melalui operasi militer bersandi “Labbaika, Ya Rasulallah” yang dimulai sejak awal bulan Maret ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*