pasukan isisKobane, LiputanIslam.com – Menyusul kekalahan demi kekalahan yang dialami kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam perang di Irak dan Suriah, kawanan teroris takfiri bersenjata ini semakin gelap mata dan dilaporkan telah memenjarakan dan bahkan menghabisi nyawa anggotanya yang diketahui ingin pulang ke negara asal masing-masing.

AFP saat memberitakan hal ini menyebutkan bahwa sesuai laporan lembaga Pemantau HAM Suriah, para anggota ISIS yang “berpotensi desersi” umumnya berasal dari negara-negara non-Arab dan kemudian menyesal bergabung dengan kelompok bersenjata ini.

Lembaga itu menyebutkan bahwa seorang pemuda asal Cechnya usia belasan tahun yang menjadi anggota ISIS di Suriah bagian utara diringkus dan dijebloskan ke dalam penjara karena diketahui telah melalukan percakapan telefon dengan keluarganya mengenai keinginannya untuk pulang.

Lembaga yang menjalin komunikasi dengan kelompok-kelompok oposisi Suriah itu juga menyebutkan bahwa lebih dari 30 petempur ISIS asal Inggris yang belakangan diketahui tidak betah dan ingin pulang telah mendapat ancaman dari para senior kelompok ini.

Mantan tahanan Guantanamo Moazzam Begg kepada Pemantau HAM Suriah mengatakan bahwa petempur ISIS yang ingin keluar dari kelompok teroris ini akan dikenai hukuman, termasuk eksekusi mati.

Menurutnya, warga Inggris yang menjadi anggota ISIS di Suriah dan ingin pulang kini “terjebak di antara batu dan tempat keras”.

Hal ini terungkap setelah pemuda asal Inggris, Mehdi Hassan alias Abu Dujana, tewas saat berusaha kabur dari Suriah namun tertangkap di wilayah perbatasan Turki dan kemudian foto mayatnya di kota Kobane diunggah di media sosial Twitter.

Keluarga korban mengatakan bahwa Abu Dujana telah mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Inggris sejak beberapa bulan silam, tapi dia takut ditangkap di Inggris dengan tuduhan terlibat dalam jaringan teroris. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL