isis cilikBaghdad, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) belum lama ini memublikasikan sebuah foto anak kecil yang menjadi anggotanya dan, menurut mereka, telah melancarkan serangan bom bunuh diri di sekitar kota Samarra, Irak.

Menurut laporan al-Ahed dan al-Manar Senin (12/1/2015), ISIS juga memublikasikan identitas anak itu dengan menyebutkan nama atau julukan serta negara asalnya, yaitu Abu al-Hasan al-Syami dari Suriah dengan usia 14 tahun.

ISIS sudah lama diketahui merekrut anak-anak kecil sebagai petempur. Tanggal 8 Agustus 2014 Wakil Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Anak Kecil dan Konflik Bersenjata, Leila Zeerougui, menyatakan bahwa kelompok brutal itu telah membunuh dan membuat cacat ratusan anak kecil yang sebagian diantaranya dikerahkan sebagai pelaku serangan bom bunuh diri.

“Kami mengetahui bahwa lebih dari 700 anak kecil telah terbunuh atau tercacatkan di Irak sejak awal tahun ini (2014), termasuk mereka yang dieksekusi. ISIS telah menugaskan anak-anak kecil yang baru berusia tidak lebih dari 13 tahun untuk membawa senjata, menjadi penjaga lokasi-lokasi strategis atau menangkap warga sipil, dan ada pula anak-anak kecil yang digunakan sebagai pelaku bom bunuh diri,” paparnya.

Laporan serupa juga dinyatakan oleh lembaga Pengawas HAM Internasional (HRW) pada tanggal 22 Juni 2014. Lembaga ini menyatakan bahwa militan di Suriah dapat dianggap telah melakukan kejahatan perang karena mengeksploitasi anak-anak kecil usia 15 tahun untuk bertempur serta merekrut anak-anak remaja dengan kedok memberikan layanan pendidikan.

HRW mengaku telah mewancara 25 “serdadu cilik” yang ikut bertempur bersama kelompok-kelompok militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS), Pasukan Kebebasan Suriah (FSA), Front Islam, dan al-Nusra. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*