Washington,LiputanIslam.com-Dilansir dari Sputnik, GAO (Government Accountability Office) menyatakan, seorang peretas hanya butuh satu jam untuk menyusup ke sistem pertahanan Pentagon dan hanya satu hari untuk bisa mengendalikannya.

Hal ini diutarakan oleh Daniel Wagner, CEO lembaga Country Risk Solutions dan penulis buku “Virtual Terror” dalam wawancara dengan Sputnik.

Menurut laporan ini, Pentagon memiliki sebuah generasi sistem yang dibuat tanpa memerhatikan keamanan. Ini disebabkan pengabaian Pentagon terhadap serangan siber ke sistem-sistem pertahanan. Dengan demikian, AS berada dalam ancaman yang destruktif.

Wagner mengatakan, GAO sejak 1997 lalu menjadikan keamanan siber sebagai prioritasnya. Sejak masa itu, lembaga ini telah memberikan banyak peringatan kepada Pentagon. Namun, departemen pertahanan AS itu tidak menggubris peringatan-peringatan tersebut.

Password sejumlah sistem di Pentagon belum pernah diubah sejak diluncurkan pada dekade 70-an. Padahal, para peretas bisa memperoleh password-password tersebut dengan sangat mudah,”kata Wagner.

Dia berharap, Pentagon, sama seperti departemen-departemen lain, lebih memerhatikan protokol keamanan siber.

“Saya nyatakan, laporan GAO adalah sebuah peluang bagus. Saya berharap, para anggota Kongres lebih memerhatikan masalah ini.”

Menurutnya, mengganti sistem yang rentan ini butuh waktu dan biaya yang sangat besar. Berdasarkan laporan ini, nyaris semua sistem informasi terkait persenjataan dan pertahanan Pentagon berada dalam ancaman bahaya peretasan. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*