Gaza,LiputanIslam.com-Muhammad al-Imadi, wakil Qatar dalam urusan rekonstruksi Jalur Gaza, melakukan wawancara dengan radio Israel, KAN, soal perkembangan terakhir di Palestina.

Al-Imadi mengusulkan, jika warga Palestina berhenti menerbangkan bom layang-layang ke arah Tanah Pendudukan, mereka akan mendapat lima ribu izin kerja.

“Jika Israel mengizinkan para pekerja dari Gaza, kawasan yang penduduknya hidup dalam kemiskinan, untuk memasuki Tanah Pendudukan, maka volume aksi protes dan penerbangan bom layang-layang akan berkurang,”ujar al-Imadi.

Selama berlangsungnya pawai al-Awdah di Gaza sejak 30 Maret lalu, bom layang-layang adalah salah satu senjata perlawanan rakyat Palestina.

Menurut harian Israel Hayom, 300 hektar dari tanah penjajah telah hangus terbakar lantaran bom layang-layang yang diterbangkan warga Gaza. Sebagai catatan, sejak dimulainya unjuk rasa damai, Rezim Zionis telah menewaskan sekira 136 warga dan melukai lebih dari 15.500 orang lainnya.

Menurut al-Imadi, usulan Israel untuk memperbaiki kondisi di Gaza jika para tawanan Israel dibebaskan, adalah hal yang tak mungkin dilakukan.

Petinggi Qatar ini menilai, tidak ada kemajuan dalam proses pertukaran tawanan dan masih ada lubang besar dalam hal ini.

“Tawanan harus ditukar dengan sesama tawanan. Tawanan tidak bisa ditukar dengan janji pembangunan pelabuhan atau bandara,”kata al-Imadi.

Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka menawan empat serdadu Israel. Hingga kini belum informasi soal para tawanan tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*