Sanaa,LiputanIslam.com-Lembaga HAM yang berpusat di Belanda, Rights Radar, melaporkan keterlibatan UEA dalam teror atas 451 warga Yaman dalam 4 tahun terakhir.

Dilansir dari al-Khalij al-Jadid, dalam laporan Rights Radar yang dirilis Jumat (27/9) kemarin, disebutkan bahwa sejak agresi koalisi Saudi, yang juga diikuti UEA, Yaman menyaksikan serangkaian aksi teror. Selama 4 tahun terakhir, para korban teror itu mencapai angka 451 orang.

Menurut Rights Radar, dari September 2014 hingga Juli 2019 sebanyak 118 warga sipil dan 332 personel militer telah diteror.

Baca: Ansarullah Bantah Kabar Saudi Terapkan Senjata Terbatas di Yaman

Media-media AS juga pernah memberitakan keterlibatan mantan tentara AS dalam teror-teror itu sebagai pasukan bayaran koalisi Saudi. Pemerintah Yaman diminta Rights Radar untuk menuntut Washington memberi penjelasan terkait hal ini.

Lembaga HAM ini juga meminta investigasi internasional terkait UEA yang menggunakan pasukan bayaran untuk melancarkan teror di Aden.

Rights Radar juga menuntut agar koalisi Saudi bersikap transparan terkait aksi-aksi teror itu di kawasan-kawasan Yaman yang didudukinya.

Saudi dan UEA merupakan negara aktif dalam koalisi agresi ke Yaman. Sejak 26 Maret 2016, mereka membentuk koalisi dengan dalih mengembalikan Mansour Hadi sebagai penguasa Yaman. Namun setelah agresi ini memasuki tahun kelimanya, koalisi tersebut bukan hanya gagal mewujudkan tujuannya, tapi bahkan saling bertikai antar sesama anggota koalisi. Para pakar berpendapat, koalisi ini sudah tidak tersisa lagi. (af/alalam/irna)

Baca Juga:

Nasrallah Ungkap Rahasia Keberanian Ayatullah Khamenei Ketika Semua Orang Ketakutan

Ini Dia Apa yang sedang Dikerjakan Iran di Bidang Alutsista

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*