Ankara,LiputanIslam.com-Menurut laporan Sputnik yang dikutip dari menlu Turki, negara ini tak akan memberi peluang kepada AS untuk memeriksa dan meneliti sistem pertahanan S-400 buatan Rusia.

Hal ini disampaikan Mevlut Chavusoglu saat bertemu Alexei Yerkhov (dubes Rusia) di Ankara, Rabu (26/12).

Menurut sumber Sputnik, tidak ada negosiasi antara pejabat Turki dan AS terkait izin untuk meneliti kinerja misil-misil S-400.

Beberapa hari lalu, harian Bloomberg mengklaim, para pejabat Turki sepakat untuk mengizinkan AS menginspeksi cara kerja dan daya kekuatan S-400, usai rudal-rudal sistem pertahanan udara ini diserahkan Moskow kepada Ankara.

Usai tersiarnya kabar ini, menteri pertahanan Turki, Hulusi Akar, membantah laporan Bloomberg tersebut. Dia menyatakan, Ankara sama sekali tidak menjalin kesepakatan apa pun dengan Washington terkait masalah ini.

Sebelum ini, kemenhan Turki telah mengumumkan, penempatan S-400 akan dimulai pada tahun baru 2019 nanti. Sejumlah personel militer Turki juga akan dikirim ke Rusia untuk mempelajari penggunaan sistem pertahanan tersebut.

Akara juga menyatakan, Turki akan menerima jet-jet F-35 dari AS pada bulan Maret mendatang.

S-400 termasuk sistem pertahanan udara termodern dari jenisnya saat ini. S-400 sanggup memuat dan meluncurkan tiga model rudal berbeda, juga mampu menargetkan beragam sasaran, termasuk rudal balistik antarbenua, rudal cruise, dan jet antiradar.

Jaringan radar S-400 bisa mengidentifikasi 300 target di waktu yang bersamaan dan menghadangnya. Sistem ini sanggup mengcover wilayah udara hingga ketinggian 27 km. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*