PM turki ahmet davutogluPerdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengaku siap untuk mengirimkan pasukan darat ke Suriah jika “dianggap perlu”. Ia mengaku bahwa serangan roket dari kelompok teroris ISIS yang bercokol di utara Suriah sangat mengganggu kondisi keamanan di Turki.

“Kami siap untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan, baik di dalam ataupun diluar Turki, untuk memastikan keamanan kami,” ujar dia, seperti dilansir Press TV (5/5/2016).

Turki mengklaim bahwa baru-baru ini sebuah roket ditembakkan dari perbatasan Suriah dan menewaskan satu orang. Total korban yang tewas dalam serangan serupa di waktu yang berbeda, menurut pemerintah Turki, telah mencapai 20 orang.

Turki sendiri telah melakukan serangan balasan dengan menembakkan roket. Selain itu, Turki juga memberikan kontribusi atas serangan udara yang dilakukan koalisi internasional anti-ISIS dari pangkalan Incirlik.

“… Kami masih lebih memilih bekerjasama dengan konsensus internasional. ISIS merupakan masalah bagi seluruh dunia,” kata Davutoglu.

Namun meskipun Turki turut serta dalam koalisi anti-ISIS, namun banyak bukti yang menunjukkan bahwa rezim negara ini terlibat dalam tumbuh berkembangnya ISIS, dengan melakukan transaksi jual beli minyak jarahan.

Suriah sendiri secara terbuka menuduh Turki memiliki andil besar dalam berkembangnya militansi di Suriah, dan memperingatkan bahwa setiap jejak kaki Turki di Suriah, dianggap sebagai agresi yang melanggar kedaulatan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinannya atas tindakan militer Turki yang merongrong Suriah.

“Yang membuat Rusia khawatir adalah Turki masih menembaki wilayah Suriah, ada juga tuntutan untuk menerapkan zona aman, juga tanpa henti menyerukan agar mengambil tindakan di Suriah. Kami yakin, mereka menghendaki pemecahan krisis Suriah bukan melalui jalur politik, dan hasilnya hanyalah bencana,” kritik Sergey Lavrov.

Lavrov menegaskan bahwa Rusia memandang perlunya penutupan perbatasan Suriah-Turki, sehingga dengan begitu, arus/ pasokan teroris menuju Suriah terhalang.

“Kami menekankan bahwa arus atau saluran yang menyuplai senjata, logistik, maupun jihadis harus ditutup,” kata Lavrov setelah bertemu dengan utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL