Washington,LiputanIslam.com-Dalam pernyataan yang dirilis Senin malam (16/9), presiden AS mengklaim “tampaknya sudah pasti bahwa Iran adalah pelaku serangan ke fasilitas minyak Saudi.”

Donald Trump menegaskan, opsi diplomasi dengan Iran masih belum tertutup. Menurutnya, AS tak punya niat untuk berperang dengan siapa pun.

‘Serangan ke kilang minyak Aramco adalah serangan besar. Ada kemungkinan bahwa respon terhadap serangan itu akan sama besarnya. Namun, kita ingin mengetahui siapa di balik serangan tersebut. Saudi punya banyak info siapakah dalang serangan itu,”ujar Trump.

Baca: Menteri Energi AS Tuduh Iran Berada di Balik Serangan Terhadap Kilang Minyak Saudi

“Meski kami tidak ingin berperang, tapi kami siap untuk semua opsi. Saat ini, AS siap untuk berperang lebih dari negara-negara lain sepanjang sejarah,”akunya.

Dalam pernyataannya, Trump kembali menyerang kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Dia menyebut kesepakatan itu sebagai “sesuatu yang lebih mirip bencana.”

Presiden AS juga mengklaim, saat ini Iran menderita akibat krisis lebih dari dua tahun sebelumnya.

Terkait sekutunya di Timur Tengah, Trump mengaku tidak pernah berjanji untuk melindungi Saudi.

“Kami harus duduk dengan mereka (pihak Saudi) dan mencapai sebuah solusi,”kata Trump.

Ia menambahkan, AS akan membantu Saudi, namun Riyadh harus menanggung tanggung jawab lebih besar demi menjamin keamanannya, termasuk mengeluarkan uang.

Menurut Trump, Mike Pompeo (menlu AS) akan segera melawat ke Saudi dan bertemu dengan para petinggi negara tersebut. (af/alalam)

Baca Juga:

Rusia dan UE Minta Semua Pihak Tahan Diri Pasca Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Zarif: AS Beralih dari “Tekanan Maksimum” ke “Penipuan Maksimum”

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*