Washington,LiputanIslam.com-Presiden AS dalam sebuah wawancara menyatakan, jika dialog dengan presiden Rusia tidak membuahkan hasil, dia akan menjadi musuh terburuk bagi Putin.

“Menjalin hubungan dengan Presiden Putin adalah hubungan positif, bukan negatif. Dengan mempertimbangkan hal ini, jika semua upaya ini tidak memberikan hasil, saya akan berubah menjadi musuh terburuk yang pernah dimiliki Vladimir Putin,”ujar Trump, sebagaimana dilansir CNBC.

Statemen ini dilontarkan Trump saat diwawancarai jurnalis CNBC di lingkungan Gedung Putih, Kamis (19/7).

Dalam kesempatan itu, Trump juga mengkritik keras Barrack Obama, pendahulunya di Gedung Putih. Dia mengklaim, Obama telah ditipu Rusia dan telah bersikap keras terhadap Moskow melebihi presiden-presiden AS lainnya.

“Saya menganggap penting peluang untuk memulihkan hubungan dengan Rusia, walaupun biro intelijen AS menyatakan bahwa Moskow telah mengintervensi pilpres 2016,”ujar Trump.

Dalam bagian lain wawancara itu, Trump meminta warga AS melihat ‘sikap tegasnya’ terhadap Rusia selama ini.

“Lihatlah sanksi-sanksi yang saya jatuhkan kepada Rusia, juga para diplomat Rusia yang saya usir dari AS,”kata Trump.

Sara Sanders, jubir Gedung Putih, dalam akun Twitter-nya mencuit, Trump meminta dari John Bolton untuk mengundang Putin ke Washington pada musim gugur mendatang.

Statemen ini dilontarkan Trump hanya beberapa hari setelah ia kembali dari Helsinki, Finlandia, usai bertemu Putin. Pernyataan Trump dalam konferensi pers bersama Putin memicu gelombang kritik dari Partai Demokrat dan Republik. Sebab Trump dalam konferensi pers tersebut menepis dugaan intervensi Rusia dalam pilpres 2016. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*