Ramadi, LiputanIslam.com — Teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan telah mengeksekusi 50 orang warga kota Ramadi, Irak. Awalnya, orang-orang ini bergabung dengan ISIS, namun mereka menolak perintah untuk melakukan bom bunuh diri.

“Karena penolakan itu, mereka dieksekusi oleh ISIS,” tutur Maj Omar Khamis, seperti dilansir Sputnik, (24/12/2015).

Khamis melanjutkan, bahwa ISIS memilih mengeksekusi karena tidak mengambil resiko. Jika orang-orang ini kelak ditangkap oleh pasukan Irak, dikhawatirkan mereka akan ‘berkicau’ detail tentang kejahatan yang dilakukan ISIS.

Seperti diketahui, pasukan Irak telah memasuki distrik pusat di Ramadi, dan berhasil menghalau ISIS. Menurut juru bicara pasukan Irak, Yahya Rasoul Abdullah, segenap elemen bergabung dan bahu membahu dalam operasi militer pembebasan Ramadi.

Baca juga: Terima Dana dan Order dari Suriah, Ini Target Kelompok Abu Muzab 

ISIS bercokol di beberapa wilayah Suriah dan Irak, dan mengumumkan Kekhilafahan Islam, dengan Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpinnya. ISIS tidak segan-segan melakukan eksekusi dengan cara-cara biadab tanpa pandang bulu. ISIS juga tengah berusaha memperluaskan pengaruhnya di negara-negara lain, termasuk Indonesia.  Kemarin, Densus 88 menangkap 2 teroris yang memiliki keterkaitan dengan ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL