القرضاوي وآل الشيخ

Syeikh Yusuf Qaradawi dan Abdulaziz al-Sheikh

Doha, LiputanIslam.com – Ulama tersohor Yusuf Qaradawi tampak sudah tak mesra lagi dengan para ulama Wahabi Arab Saudi. Pemimpin organisasi Persatuan Ulama Muslimin Internasional ini menyampaikan orasi pedas di Doha, ibu kota Qatar, terkait seruan ketua Dewan Ulama Besar Saudi Abdulaziz al-Sheikh supaya Universitas al-Azhar tunduk kepada dewan tersebut.

“Bangsa Mesir dewasa ini berada di bawah payung ketundukan terhadap klan al-Saud, padahal dulu mereka bertengger di puncak dalam berbagai bidang, termasuk bidang agama dan dakwah Islam,” ungkapnya, seperti dilansir Middle East Panorama, Senin (11/7).

Ulama berdarah Mesir namun lama tinggal di Qatar ini menyindir Dewan Ulama Besar Saudi dengan membawakan pepatah “burung pemakan bangkai yang merasa sebagai elang”, yakni lemah tapi sok jagoan di Mesir, dan menyebutnya gerombolan “bughat” (pemberontak) yang bersepakat untuk mengatur masa depan Mesir.

Dia juga menuding kerajaan Arab Saudi bersekongkol dengan kaum Yahudi karena telah menyerahkan keamanan tanah suci Mekkah dan Madinah (Haramain) kepada perusahaan G4S milik Israel beberapa tahun lalu.

Menurut Qaradawi, harapan agar al-Azhar tunduk kepada Dewan Ulama Besar Saudi adalah mimpi di siang bolong, walaupun Saudi telah menghamburkan dananya untuk membeli para ulama al-Azhar.

“Kami tegaskan kepada mereka dengan berani dan terus terang bahwa hal itu adalah mimpi semu, dan al-Azhar akan tetap independen… Kami tidak akan tunduk kepada orang-orang yang melimpahkan keamanan al-Haramain al-Syarifain kepada perusahaan Israel dan bekerjasama dengan Yahudi pada musim haji,” katanya.

Tak kurang, Qaradawi juga menegaskan bahwa sekarang ini manifestasi keberpegang teguhan pada tali Allah “cukup dengan berlepas diri dari klan al-Saud dan para anteknya yang menjalar ke segenap penjuru dunia Islam.”

Dia berseru, “Wahai umat Islam, berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah dan janganlah bercerai berai. Sesungguhnya mereka telah membangun pilar-pilar negara mereka di atas tulang belulang Arab dan pertikaian antar umat Islam di Yaman, Irak dan Suriah, sehingga mereka minum dari sumber-sumber syaitan.”

Di bagian akhir, sembari mengutip ayat suci al-Quran, Qaradawi meminta kerajaan Saudi dan Abdulaziz al-Sheikh yang juga merupakan mufti besar Arab Saudi supaya bertakwa dan bertaubat karena telah melakukan dosa-dosa besar tersebut sebelum mereka terkena azab Allah SWT.

Sebelumnya, Abdulaziz al-Sheikh dalam pernyataan di Universitas Turki bin Abdullah, Riyadh, ibu kota Arab Saudi, menyerukan kepada semua organisasi Islam, termasuk al-Azhar, dan lembaga-lembaga dakwah di semua negara Islam supaya mengikuti Dewan Ulama Besar Saudi. Dia juga meminta supaya al-Azhar ganti nama sesuai kehendak mufti besar kerajaan Arab Saudi.

Syeikh Yusuf Qaradawi sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai ulama intoleran sehingga seperti halnya para ulama Salafi/Wahabi Arab Saudi turut  menyokong dan menyerukan pemberontakan dan terorisme di Irak dan Suriah. Karena itu, kontroversi dia sekarang dengan rezim dan ulama Saudi tergolong langka  dan mengejutkan.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL