suriah bashar jaafariNewYork, LiputanIslam.com – Wakil Tetap Suriah di PBB Bashar Jaafari menepis laporan yang beredar mengenai adanya krisis kemanusiaan di kota Madaya, provinsi Rif Damaskus, Suriah, dan menuding stasiun-stasiun TV Arab telah menebar berita-berita hoax tentang ini. Dia juga mengatakan bahwa bantuan yang masuk ke kota kecil itu dijarah oleh kawanan teroris.

“Sama sekali tidak ada krisis kemanusiaan di Madaya… Elemen teroris dalam kota inilah yang mencuri dan menguasai bantuan serta menggunakannya sebagai alat penekan dalam perundingan,” tegasnya kepada wartawan di markas PBB di New York, Amerika Serikat, sebagaimana dikutip Alalam, Selasa (12/1).

Dia menjelaskan, “Bantuan kemanusiaan yang sudah tiba dui Madaya pada hari Senin hanya sebanyak 65 truk. Namun, elemen teroris dalam kota ini telah mencuri dan menguasai segala sesuatunya dan menggunakannya sebagai alat penekan dalam perundingan. Kelompok-kelompok teroris bersenjatalah yang mengepung Madaya dan kota-kota kecil lain.”

Dewan Keamanan PBB telah mengakhiri rapat tertutupnya mengenai kawasan-kawasan Suriah yang terkepung.

Para wakil 15 negara anggota dewan ini menegaskan bahwa membaiknya kondisi kemanusiaan seharusnya melancarkan proses

penyelesaian krisis Suriah melalui jalur diplomatik.

Sekitar tiga minggu ke depan perundingan damai Suriah akan digelar lagi di bawah pengawasan PBB.

Beberapa TV Arab, terutama Alarabiya dan al-Jazeera, belakangan ini santer memberitakan adanya tragedi kemanusiaan berupa kelaparan penduduk di Madaya akibat kepungan pasukan pemerintah Suriah dan Hizbullah. Dalam rangka ini TV-TV itu menebar foto-foto yang kemudian diketahui hoax dan disesalkan oleh banyak pihak. (Baca:Foto Palsu Lagi dari Al-Jazeera dkk Terkait Krisis di Madaya )

Rumor tentang kondisi Madaya itu merebak menyusul kehebohan dunia seputar ketegangan hubungan Iran – Saudi pasca eksekusi ulama Syiah Saudi, Syeikh Nimr Bagir al-Nimr, oleh otoritas Saudi.

Tentang ini, jurnalis senior Arab Abdel Bari Atwan dalam editorialnya pada situs berita Rai al-Youm Senin (11/1) menyoal bahwa jika pengepungan terhadap Madaya sudah berlangsung selama 200 hari, lantas mengapa baru sekarang dihebohkan? (mm)

(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL