Washington, LiputanIslam.com –   Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman membahas “ancaman” yang ditimbulkan oleh Iran setelah AS mengurungkan serangannya terhadap Iran pada menit-menit terakhir.

“Kedua pemimpin itu membahas peran besar Arab Saudi dalam memastikan stabilitas Timur Tengah dan pasar minyak dunia. Keduanya juga membahas ancaman yang ditimbulkan oleh perilaku eskalasi rezim Iran,” ungkap Gedung Putih dalam sebuah statemennya, Jumat (21/6/2019).

Di hari yang sama, sumber-sumber diplomatik menyatakan bahwa AS menyerukan rapat tertutup Dewan Keamanan PBB pada hari Senin untuk membahas perkembangan terbaru terkait Iran di Teluk Persia.

Baca: Pelosi Bantah Klaim Trump Batalkan Serangan ke Iran

Salah satu sumber, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Washington telah meminta pengadaan diskusi di antara 15 anggota Dewan Keamanan mengenai “perkembangan terbaru terkait Iran dan insiden yang menimpa tanker-tanker minyak baru-baru ini.”

Sumber lain mengatakan pertemuan itu akan berlangsung pada Senin mendatang.

Baca:  Trump Mengaku Urungkan Serangan ke Iran Beberapa Menit Sebelum Waktunya

Pada 13 Juni 2019, dua kapal tanker minyak mendapat serangan di Laut Oman setelah satu bulan terjadi serangan serupa terhadap empat kapal, termasuk tiga kapal tanker di dekat Uni Emirat Arab (UEA).

Pada Kamis lalu Iran menembak jatuh satu unit pesawat nirawak pengintai AS tipe RQ-4 Global Hawk. Teheran menuduh pesawat itu melanggar zona udara Iran, tapi Washington membantahnya dan menyatakan bahwa pesawat itu terbang di angkasa internasional.

Sehari kemudian, Presiden AS Donald Trump mengaku telah membatalkan serangan ke Iran pada saat-saat terakhir menjelang waktu penyerangan di Kamis malam dengan dalih menghindari jatuhnya banyak korban. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*