Beirut, LiputanIslam.com –  Ultimatum yang telah ditetapkan dalam perjanjian Rusia-Turki terhadap kelompok-kelompok teroris agar meninggalkan zona demiliterisasi di Idlib telah berakhir Ahad malam (14/10/2018), namun tak satupun di antara mereka keluar dari zona itu, sebagaimana dinyatakan Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR).

Direktur Ekskutif SOHR Rami Abdulrahman kepada AFP mengatakan, “Tidak terpantau penarikan mundur satupun kelompok jihadis dari kawasan demiliterisasi di Idlib dan sekitarnya meskipun ultimatum yang sudah ditetapkan untuk itu sudah berakhir.”

Sumber dari kelompok oposisi Suriah juga membenarkan berakhirnya ultimatum itu pada pertengahan malam Ahad.

Beberapa jam menjelang berakhirnya ultimatum ini, kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra yang menguasai sebagian besar wilayah provinsi Idlib mengaku pihaknya memilih opsi “jihad dan perang” serta mengingatkan “tipu daya pasukan pendudukan Rusia”.

“Kami tidak akan beralih dari opsi jihad dan perang yang merupakan jalan untuk mewujudkan cita-cita revolusi kami,” tegas kelompok tersebut sembari mengingatkan “tipu daya pendudukan Rusia atau kepercayaan kepada niat dan upaya gegabahnya untuk melemahkan revolusi.”

“Dan ini tak dapat kami terima, bagaimana kondisi dan hasilnya,” lanjut Jabhat al-Nusra. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*