Brussel, LiputanIslam.com –  Uni Eropa (UE) menegaskan pihaknya berharap kepada pemerintah Arab Saudi agar menindak para pelaku pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, bukan kambing hitamnya.

Kepala kebijakan luar negeri UE Federica Mogherini dalam konferensi pers bersama Presiden Kolumbia Ivan Duque dan Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, di Brussel, Belgia, Rabu (14/10/2018), mengatakan, “Ada kesatuan sikap UE terkait hubungan kami dengan Saudi, terutama mengenai adanya keperluan kepada penyelidikan secara menyeluruh dan transparan dalam kasus Khashoggi.”

Dia menekankan pentingnya koordinasi UE dengan para mitra internasionalnya, dan UE sependapat dengan para anggota negara-negara industri terkemuka G-7.

“Kami tentu berharap kejelasan dan transparansi yang lebih, dan tindakan yang lebih besar terhadap para penanggungjawab,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menilai langkah-langkah yang telah ditempuh otoritas Saudi sejauh ini belum memberikan kejelasan yang cukup.

“Kami mengharapkan adanya hukuman terhadap para penanggujawab, bukan balas dendam, sebab ini bukanlah pelatihan untuk menetapkan kambing hitam,” tegasnya.

Sehari sebelumnya, Mogherini menegaskan bahwa reaksi UE terhadap pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi bergantung pada langkah-langkah berikutnya yang akan diambil oleh pemerintah Saudi.

Berbicara di Parlemen Uni Eropa dia mengatakan UE telah “meminta Arab Saudi menjelaskan peristiwa 2 Oktober melalui penyelidikan penuh, dapat diandalkan, transparan dan cepat”.

“Kami juga telah meminta Arab Saudi  bekerjasama penuh dengan pemerintah Turki… Kami berharap semua orang bekerja dengan tujuan menetapkan fakta. Ini adalah titik awal,” lanjut Mogherini.

Dia mengingatkan bahwa penyelidikan harus didorong oleh pencarian kebenaran dan bukan oleh geopolitik, dan konfirmasi kematian Khashoggi merupakan langkah pertama menuju kebenaran dan akuntabilitas.

“Tetapi penjelasan yang ditawarkan sejauh ini oleh otoritas Saudi meninggalkan banyak keraguan dan banyak pertanyaan yang tidak terjawab,” kritiknya.

Mogherini menyatakan bahwa semua menteri luar negeri 28 negara anggota UE sepakat menuntut penyelidikan yang dapat dipercaya dan transparan.

“Kami sedang mengerjakan langkah-langkah dan pernyataan lebih lanjut untuk diambil bersama-sama,” tuturnya.

Khashoggi  hilang sejak memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2 lalu. Setelah beberapa hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pekan lalu mengklaim Khashoggi meninggal akibat “perkelahian” di dalam konsulat.

Menurut sumber-sumber polisi Turki, pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mendatangi Konsulat ketika dia masih berada di dalamnya. Semua orang yang telah diidentifikasi itu sudah pergi meninggalkan Turki. (mm/rt/albawaba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*