Istanbul, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan negaranya sedangkan menjalani proses untuk memulai penyelidikan internasional terhadap kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, dan akan menempuh langkah lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

 

Dalam sebuah pertemuan pemuda di Istanbul, Senin (21/1/2019), Cavusoglu menjelaskan bahwa Kerajaan Saudi belum berbagi informasi dengan Turki mengenai hasil penyelidikannya sendiri atas wartawan The Washington Post tersebut.

Khashoggi yang dikenal kritis terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dibantai dan dimutilasi oleh tim pembunuh Saudi pada 2 Oktober 2018 tak lama setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Otoritas Turki menyebut kasus itu sebagai “pembunuhan berencana” yang didalangi oleh pemerintah Saudi.

Para pejabat Saudi membantah klaim Turki dan bersikeras bahwa Khashoggi tewas akibat tindakan yang menyalahi prosedur, setelah awalnya mengklaim bahwa dia telah meninggalkan gedung itu sebelum dikabarkan hilang.

Cavusoglu menyatakan Saudi mengakui pembunuhan itu hanya karena terpaksa oleh hasil penyelidikan otoritas  Turki, sementara negara-negara Barat berusaha menutupi kejahatan itu.

“Kami melihat bagaimana mereka, yang berbicara tentang kebebasan pers di dunia, menutupi hal ini ketika mereka melihat uang,” kata Cavusoglu.

“Sekarang kami telah membuat persiapan untuk penyelidikan internasional dalam beberapa hari mendatang. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tambahnya.

Cavusoglu kemudian memastikan Turki menyadari sepenuhnya kesulitan yang dialaminya dalam menjelaskan pembunuhan tersebut. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*