Istanbul, LiputanIslam.com –  Dua sumber keamanan Turki menyatakan bahwa kepolisian Turki sementara ini menduga jurnalis ternama Arab Saudi Jamal Khashoggi yang hilang sejak lima hari lalu setelah memasuki konsulat jenderal (konjen) negaranya di Istanbul, Turki, telah dibunuh dalam sebuah aksi terencana di dalam Konjen. Demikian dilaporkan kantor berita Reuters berdasarkan keterangan dua pejabat Turki narasumbernya, Sabtu (6/10/2018).

“Penilaian awal dari polisi Turki adalah itu. Khashoggi telah terbunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Kami percaya bahwa pembunuhan itu direncanakan, dan jenazahnya diduga dipindahkan dari Konsulat,” kata seorang pejabat Turki.

Sumber ini tidak menjelaskan alasan untuk dugaan ini, sedangkan Konjen Saudi di hari yang sama mengatakan pada Reuters bahwa negaranya sedang membantu mencari Khashoggi, dan menepis dugaan bahwa dia telah diculik.

Selama setahun terakhir Khashoggi tinggal di pengasingan di Washington karena khawatir mendapat tindakan buruk dari pemerintah Saudi karena pandangannya yang kritis terhadap kebijakan negaranya. Selasa lalu dia memasuki Konjen Saudi untuk mengamankan dokumentasi pernikahannya yang akan datang, menurut tunangannya yang menunggu di luar.

Sejak itu Khashoggi tak ada kabarnya lagi, dan para pejabat Turki dan Saudi kemudian memberikan keterangan yang tak singkrun satu sama lain mengenai kehilangan Khashoggi. Ankara menyatakan tidak ada bukti bahwa Khashoggi telah meninggalkan misi diplomatik, sementara Riyadh mengklaim dia keluar dari tempat itu di hari yang sama.

Para pejabat Turki Sabtu kemarin mengatakan tim penyelidik sudah memulai penyelidikan kasus hilangnya Khashoggi. (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*