Beirut, LiputanIslam.com –  Para aktivis pemberontak Suriah mengabarkan bahwa dewasa ini sedang berlangsung perundingan pihak intelijen Turki dengan berbagai kelompok ekstremis yang ada di provinsi Idlib, termasuk Hayat Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra yang ditekannya agar membubarkan diri.

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) yang bermarkas di Inggris, Senin (27/8/2018), mengutip keterangan sejumlah sumber yang dipercainya bahwa perundingan intelijen Turki masih berlangsung dengan Hayat Tahrir al-Sham dan sekutunya, Partai Islam Turkistan, dan berbagai kelompok lain.

Menurut SOHR, masih simpang siur kabar mengenai sudah adanya kesepakatan dalam perundingan itu, namun terjadi blunder di tengah para pemimpin kelompok-kelompok itu dan sebagian besarnya enggan membubarkan diri dan menolak segala persyaratan Turki.

SOHR menyebutkan bahwa Turki semakin banyak mendapat tekanan regional dan global supaya menggunakan pengaruhnya dan membujuk Hayat Tahrir al-Sham yang unsur utamanya adalah Jabhat al-Nusra yang menguasai sebagian besar provinsi Idlib agar membubarkan diri.

SOHR melanjutkan bahwa Turki mengingatkan resiko yang akan diterima oleh Hayat Tahrir al-Sham jika menolak pembubaran diri, dan akan bertanggungjawab atas akibat operasi militer yang akan segera dilancarkan oleh Pasukan Arab Suriah. (mm/rt/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*