NewYork, LiputanIslam.com –  Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya pada sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (24/9/2019), menyalahkan Iran secara blak-blakan terkait dengan serangan yang menimpa kilang minyak Arab Saudi.

Trump menuding Iran berambisi “menumpahkan darah”, menyebut Iran sebagai negara yang “gagal selama 40 tahun” sejak kemenangan revolusi Islam Iran pada tahun 1979, dan menyerukan kepada para pemimpin Iran agar “menomor satukan rakyat Iran”.

Presiden AS kemudian mengatakan bahwa siapapun bisa saja terlibat perang, tapi perdamaianlah yang mencerminkan keberanian.

“Siapapun bisa saja terlibat perang, tapi orang yang pemberani hanyalah mereka yang memilih perdamaian… Tujuan AS bukanlah melanjutkan peperangan yang tiada habisnya,” tuturnya.

Dia mengklaim AS sebagai negara terkuat di dunia dengan keunggulan yang jauh melampaui negara-negara lain.

Baca: PM Pakistan: Trump dan Bin Salman Minta Saya Tengahi Urusan dengan Iran

“Kami berharap sama sekali tidak terpaksa menggunakan kekuatan ini. Jika Anda menghendaki kebebasan maka berbanggalah dengan negara Anda, jika Anda menghendaki demokrasi maka konsistenlah pada kedaulatannya, dan jika Anda menghendaki perdamaian maka Anda harus mencintai negara Anda,” ujarnya.

Baca: Iran Kecam Tuduhan Tak Berdasar Inggris, Prancis, dan Jerman

Dia mengimbau kepada masyarakat dunia untuk tidak menyokong pemerintah Iran yang disebutnya “haus darah”, dan menegaskan bahwa sanksi AS terhadap Iran tidak akan dicabut selagi Iran “masih melanjutkan perilakunya yang mengandung ancaman”.

Dia menyerukan kepada negara-negara dunia agar menjalin hubungan sepenuhnya dengan Israel, dan memastikan akan terus meningkatkan sanksinya terhadap Iran selagi negara republik Islam ini tidak meggubris harapan AS. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*